Butuh Bek Baru Januari 2026, AC Milan justru berada dalam situasi unik jelang bursa transfer musim dingin, ketika kebutuhan mendesak akan tambahan bek tengah tidak diikuti dengan langkah agresif di pasar pemain. Alih-alih segera merekrut pemain bertahan anyar, manajemen Rossoneri malah menolak dua nama besar yang sempat ditawarkan untuk memperkuat lini belakang.
Keputusan ini memunculkan tanda tanya di kalangan tifosi. Pasalnya, Milan sedang membutuhkan tambahan tenaga di sektor pertahanan untuk menjaga stabilitas performa di Serie A dan kompetisi Eropa. Lalu, apa alasan di balik penolakan tersebut dan siapa saja dua pemain yang dimaksud?
Kondisi Lini Belakang AC Milan Menjelang Januari 2026
Krisis bek tengah bukan hal baru bagi AC Milan musim ini. Cedera yang menimpa beberapa pemain inti membuat pelatih harus memutar otak dalam menyusun komposisi pertahanan terbaik. Rotasi yang terbatas membuat beban menit bermain semakin berat bagi para bek yang tersedia.
Dalam beberapa pertandingan penting, Milan terlihat kesulitan menjaga konsistensi di lini belakang. Koordinasi antarpemain belum sepenuhnya solid, terutama ketika menghadapi tim dengan intensitas serangan tinggi. Situasi ini memperkuat urgensi mendatangkan bek baru pada bursa transfer Januari 2026.
Manajemen klub pun menyadari bahwa tambahan satu bek berpengalaman bisa menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga stabilitas tim hingga akhir musim.
Dua Nama Besar yang Ditawarkan ke AC Milan
Seiring meningkatnya kebutuhan akan bek tengah, beberapa agen pemain mulai menawarkan klien mereka kepada AC Milan. Dari sekian banyak nama, ada dua pemain dengan reputasi besar di Eropa yang sempat masuk pembahasan internal klub.
Keduanya memiliki pengalaman bermain di level tertinggi dan dianggap mampu memberikan dampak instan. Namun, alih-alih menerima tawaran tersebut, Milan justru memilih untuk berkata tidak.
Niklas Süle Dinilai Tidak Sesuai Kebutuhan
Nama pertama yang ditolak adalah Niklas Süle. Bek asal Jerman ini dikenal sebagai pemain bertubuh kuat dengan pengalaman panjang di Bundesliga dan kompetisi Eropa. Dari segi nama besar, Süle jelas punya daya tarik tersendiri.
Namun, AC Milan menilai profilnya tidak sepenuhnya cocok dengan kebutuhan tim saat ini. Faktor gaya bermain menjadi pertimbangan utama. Milan mencari bek yang tidak hanya kuat dalam duel, tetapi juga nyaman menguasai bola dan cepat dalam transisi bertahan ke menyerang.
Selain itu, aspek finansial juga ikut dipertimbangkan. Gaji tinggi dan struktur kontrak yang kurang fleksibel membuat manajemen Milan enggan melangkah lebih jauh dalam negosiasi.
Axel Disasi Juga Gagal Meyakinkan Manajemen
Nama kedua adalah Axel Disasi, bek asal Prancis yang sempat menarik perhatian berkat performanya di level klub dan tim nasional. Disasi dianggap sebagai bek modern dengan kemampuan duel udara dan fisik yang kuat.
Meski begitu, Milan menilai Disasi bukan prioritas utama. Dari sudut pandang taktik, staf pelatih menginginkan bek dengan karakter lebih mobile dan mampu bermain dalam berbagai skema pertahanan. Disasi dinilai kurang pas untuk kebutuhan tersebut.
Keputusan ini menunjukkan bahwa Milan tidak ingin sekadar menambah pemain, melainkan mencari sosok yang benar-benar sesuai dengan filosofi permainan tim.
Filosofi Transfer AC Milan di Bursa Januari
Penolakan terhadap dua nama besar ini menegaskan arah kebijakan transfer AC Milan. Klub tidak ingin terjebak dalam perekrutan pemain berstatus bintang tanpa kecocokan taktik yang jelas.
Manajemen Rossoneri lebih mengutamakan:
- Kesesuaian dengan sistem permainan pelatih
- Keseimbangan struktur gaji tim
- Potensi kontribusi jangka menengah hingga panjang
Pendekatan ini sejalan dengan strategi Milan dalam beberapa musim terakhir, di mana klub lebih selektif dan berhati-hati dalam mengambil keputusan di bursa transfer.
Risiko dan Konsekuensi Keputusan Milan
Meski keputusan ini bisa dipahami dari sudut pandang manajemen, tetap ada risiko yang harus dihadapi. Jika Milan gagal mendatangkan bek baru yang sesuai, lini belakang berpotensi kembali menjadi titik lemah di paruh kedua musim.
Jadwal padat dan tuntutan hasil membuat rotasi pemain menjadi sangat penting. Tanpa tambahan tenaga, risiko kelelahan dan cedera lanjutan bisa meningkat. Hal ini tentu dapat memengaruhi ambisi Milan untuk bersaing di papan atas Serie A.
Namun di sisi lain, keputusan menolak pemain yang tidak sesuai juga bisa menjadi langkah tepat demi menjaga stabilitas tim secara keseluruhan.
Target Alternatif Masih Dipantau
Meski menolak Niklas Süle dan Axel Disasi, AC Milan tidak menghentikan pencarian bek baru. Beberapa nama lain dengan profil lebih sesuai masih masuk dalam radar klub.
Milan dikabarkan memantau bek yang lebih fleksibel, mampu bermain dalam garis pertahanan tinggi, serta memiliki kemampuan membaca permainan dengan baik. Opsi peminjaman dengan klausul pembelian juga menjadi salah satu skenario yang dipertimbangkan untuk bursa Januari.
Strategi ini memungkinkan Milan memperkuat skuad tanpa mengambil risiko finansial yang terlalu besar.
Sikap Tegas Milan Kirim Sinyal ke Bursa Transfer
Keputusan AC Milan menolak dua nama besar sekaligus mengirim pesan jelas ke pasar transfer. Klub tidak ingin didikte oleh nama besar atau tekanan eksternal. Yang diutamakan adalah keseimbangan tim dan visi jangka panjang.
Bagi para tifosi, keputusan ini mungkin terasa berisiko. Namun, jika Milan berhasil menemukan bek yang tepat, langkah ini justru bisa menjadi fondasi penting untuk performa yang lebih stabil di sisa musim.
Kesimpulan
AC Milan memang butuh bek baru pada Januari 2026, tetapi klub memilih untuk tidak gegabah. Penolakan terhadap Niklas Süle dan Axel Disasi menunjukkan bahwa Rossoneri tetap berpegang pada prinsip selektif dan berbasis kebutuhan taktik.
Kini, fokus beralih pada bagaimana Milan memanfaatkan waktu yang tersisa di bursa transfer untuk menemukan sosok bek yang benar-benar sesuai. Keputusan ini akan sangat menentukan perjalanan Rossoneri di paruh kedua musim.
