
4 Pemain Kunci RB Leipzig semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan baru di Eropa. Di bawah kendali pelatih Marco Rose, Leipzig tampil konsisten, enerjik, dan selalu punya kejutan tersendiri di setiap pertandingan besar.
Menjelang musim 2025/26 dan kemungkinan bentrok melawan Liverpool—baik dalam laga persahabatan, Liga Champions, atau kompetisi internasional lain—RB Leipzig diyakini memiliki senjata-senjata tersembunyi yang mampu mengejutkan The Reds. 4 Pemain Kunci RB Leipzig mengandalkan perpaduan pemain muda berbakat dan bintang yang semakin matang secara taktis.
Berikut empat pemain kunci yang bisa menjadi penentu dan membuat Liverpool kerepotan di lapangan:
1. Benjamin Šeško – Striker Bertubuh Raksasa, Cepat, dan Klinis
Nama Benjamin Šeško semakin melejit sejak kepindahannya ke RB Leipzig dari RB Salzburg. Penyerang berusia 22 tahun ini dikenal dengan kombinasi langka: postur menjulang (195 cm), kecepatan mumpuni, serta finishing mematikan. Ia mencetak 18 gol di semua kompetisi musim lalu dan diyakini belum mencapai puncak performa.
Kelebihan utama Šeško:
- Penyelesaian akhir yang tenang
- Dominasi duel udara
- Kemampuan menahan bola dan menjadi pemantul serangan
Jika lini belakang Liverpool masih mencari ritme, seperti yang terlihat musim lalu ketika kerap lengah di awal laga, Šeško bisa menjadi mimpi buruk. Dia adalah tipikal striker yang cukup satu peluang untuk menghukum lawan.
2. Dani Olmo – Otak Serangan yang Tidak Pernah Diam
Dani Olmo adalah pemain serba bisa yang sangat penting dalam sistem permainan Leipzig. Gelandang serang asal Spanyol ini punya segalanya: visi permainan, passing tajam, teknik tinggi, dan naluri mencetak gol. Ia juga tampil konsisten di level internasional bersama Timnas Spanyol.
Kelebihan Olmo:
- Bisa bermain di berbagai posisi (AMF, sayap, bahkan false 9)
- Umpan terobosan yang akurat
- Selalu aktif mencari ruang
Liverpool harus mewaspadai pergerakan Olmo yang sering muncul tiba-tiba dari lini kedua. Pemain seperti Mac Allister atau Szoboszlai bisa kewalahan jika Olmo dibiarkan bebas mengontrol tempo permainan.
3. Xavi Simons – Lincah, Kreatif, dan Tak Terbaca
Walaupun masa depannya masih belum sepenuhnya jelas—karena status pinjaman dari PSG—Xavi Simons tetap menjadi andalan utama Leipzig. Pemain muda asal Belanda ini tampil impresif musim lalu dengan kontribusi gol dan assist yang luar biasa. Ia punya kemampuan menggiring bola cepat, eksplosif, dan pintar menciptakan ruang.
Statistik musim lalu:
- 14 assist dan 10 gol di Bundesliga
- Rata-rata 3,2 dribel sukses per pertandingan
Simons kerap ditempatkan di sisi kiri atau sebagai gelandang serang. Kemampuannya dalam duel satu lawan satu dan membuat bek kehilangan posisi bisa sangat merepotkan barisan pertahanan Liverpool, khususnya jika menghadapi bek seperti Trent Alexander-Arnold yang lebih menyerang ketimbang bertahan.
4. Castello Lukeba – Tembok Kokoh yang Masih Berusia 21 Tahun
Satu nama yang patut diwaspadai dari lini pertahanan adalah Castello Lukeba, bek muda asal Prancis yang sudah jadi pilihan utama sejak musim lalu. Direkrut dari Lyon, Lukeba dengan cepat beradaptasi di Bundesliga dan menjadi pilar dalam skema pertahanan Leipzig.
Fakta menarik tentang Lukeba:
- Rata-rata 4 sapuan per laga
- Efektif dalam duel satu lawan satu dan antisipasi bola mati
- Usia masih 21 tahun namun bermental baja
Dalam duel melawan Liverpool, kehadiran Lukeba sangat krusial untuk menahan serangan cepat dari pemain seperti Darwin Núñez, Cody Gakpo, atau Diogo Jota. Dengan kepercayaan diri tinggi dan kemampuan positioning yang matang, ia bisa menjadi kunci dalam menjaga lini belakang tetap solid.
RB Leipzig: Bukan Underdog Biasa
RB Leipzig bukan tim medioker. Mereka telah membuktikan diri sebagai penantang gelar di Jerman dan kompetitor serius di Eropa. Dengan pemain-pemain seperti Šeško, Olmo, Simons, dan Lukeba, mereka punya amunisi lengkap untuk mengejutkan tim sekelas Liverpool yang kadang rentan kehilangan fokus di laga besar.
Laga melawan Liverpool nanti bisa jadi panggung pembuktian Leipzig bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi. Para penggemar sepak bola tentu menantikan kejutan dari tim muda ini—dan bisa jadi empat pemain ini adalah aktor utamanya.