Tag: Manchester United

  • Perkuat Lini Tengah, Manchester United Buru Joao Palhinha dari Bayern Munich

    Perkuat Lini Tengah, Manchester United Buru Joao Palhinha dari Bayern Munich

    MU inginkan Joao Palhinha untuk memperkuat lini tengah mereka untuk musim depan. MU kini mempertimbangkan opsi pinjaman setelah gagal datangkan Ederson. Bayern disebut siap melepas Palhinha jika tawaran cukup, sehingga MU mulai menggencarkan negosiasi.

    MU inginkan Joao Palhinha karena Gagal Dapat Ederson

    MU semula incar Ederson dari Atalanta, namun gagal mencapai nilai €60 juta.
    Setelah itu, mereka alihkan fokus dan buru Joao Palhinha, gelandang bertahan £46 juta milik Bayern, sebagai opsi lebih realistis.

    Palhinha sebelumnya tampil hebat di Fulham. MU yakin bisa dapatkannya dalam bentuk pinjaman dengan opsi beli.

    MU inginkan Joao Palhinha Musim Depan Dengan Status Pinjaman

    Menurut FootballTransfers, MU siap menawarkan pinjaman selama semusim, berharap Palhinha cepat kembali tampil seperti di Premier League sebelumnya.

    GiveMeSport menambahkan MU menempatkannya sebagai opsi “low-cost” untuk memperkuat lini tengah tanpa memecahkan bank transfer mereka.

    Bayern Munich Siap Melego Palhinha di Bawah £25 Juta

    Bayern kabarnya membuka peluang menjual Palhinha dengan harga sekitar £25 juta (€30 juta).

    Jika MU lebih memilih pinjaman, Bayern mungkin mensyaratkan opsi pembelian tetap di akhir musim.

    Palhinha: Dari Bintang Fulham hingga Cadangan Bayern

    Palhinha tampil konsisten di Fulham, memecahkan rekor jumlah tekel dan dinobatkan sebagai pemain terbaik klub.

    Namun setelah pindah ke Bayern pada 2024, dia jarang tampil — hanya 17 penampilan dengan beberapa cedera dan persaingan ketat bertahan di tim utama .

    Apa yang MU Harapkan dari Palhinha?

    MU menganggap Palhinha cocok untuk memperkuat lini tengah bersama Casemiro dan Manuel Ugarte.
    Kualitas duel, fisik unggul, dan kemampuan posisional menjadi nilai jual utamanya .

    Dengan pengalaman Premier League, Palhinha bisa sepakati gaya permainan MU dengan mudah dibanding kandidat lain.

    Persaingan dengan Fulham dan Klub Lain

    Fulham kembali berminat dan diyakini sanggup bayar penuh.
    Namun MU diuntungkan karena gaji mingguan Palhinha tinggi (sekitar £200 ribu), yang bisa ditanggung Bayern untuk akhiri kontraknya .

    Tim lain seperti Liverpool atau Arsenal sempat dihubungkan, tapi MU tampil lebih agresif dan realistis di bursa.

    Pembicaraan Internal di Bayern dan MU Mulai Dijalankan

    Palhinha kabarnya bakal adakan pembicaraan internal dengan Bayern agar bisa pindah musim depan .

    MU duduk bersama untuk bahas opsi pinjaman dan struktur bayar (gaji, dana pinjaman, opsi beli).
    Bayern tengah pertimbangkan semua opsi agar Palhinha kembali menemukan menit bermain.

    Risiko dan Tantangan MU inginkan Joao Palhinha

    MU perlu pastikan Palhinha fit dan bisa bekerja sama baik dengan pelatih Rúben Amorim.
    Sementara, Bayern bisa saja memilih jual permanen daripada pinjam.

    Negosiasi menyangkut biaya, klausul, dan durasi transfer jadi kunci apakah MU bisa amankan Palhinha.

    Palhinha Prioritaskan Persaingan di Liga Champions?

    Palhinha masih ingin bermain di Liga Champions, dan Bayern lebih terjamin tampil di level elite Eropa.
    Namun jika MU bisa tawarkan proyek yang sama, gelandang Portugal ini mungkin tertarik.

    Apa Artinya untuk MU?

    Kedatangan Palhinha bisa memperkokoh lini tengah MU sekaligus meningkatkan pertahanan. Jika berhasil, MU dapat pilih opsi transfer hemat dan strategis.

    Keberhasilan mendatangkan pemain semacam ini bisa jadi tanda keberhasilan model transfer baru MU di era panas kampanye EPL.

    MU inginkan Joao Palhinha, Lepas Ederson

    MU inginkan Joao Palhinha setelah gagal dapat Ederson. Bayern mungkin akan menjual di kisaran £25 juta atau sedia pinjaman.

    Palhinha punya catatan apik di Premier League, tapi perlu pulih dari cedera dan persaingan slot starter di Bayern. Pilihan pinjaman bisa jadi win-win, namun masih tersisa banyak tantangan.

    Jika MU sukses merekrut Palhinha, lini tengah mereka akan lebih dominan dan siap bersaing musim depan.
    Waktu dan negosiasi menjadi penentu akhir kisah transfer ini.

  • Juventus Incar Jadon Sancho dari Manchester United: Transfer Potensial yang Mulai Dinegosiasikan

    Juventus Incar Jadon Sancho dari Manchester United: Transfer Potensial yang Mulai Dinegosiasikan

    Juventus Ajukan Kontak Resmi ke Manchester United

    Juventus Incar Jadon Sancho, dilaporkan tengah melakukan pembicaraan awal dengan Manchester United terkait kemungkinan mendatangkan Jadon Sancho. Pemain sayap asal Inggris tersebut kini berstatus surplus di skuad Erik ten Hag dan tak memiliki masa depan yang jelas di Old Trafford.

    Menurut laporan dari Fabrizio Romano, Juventus telah menjalin kontak langsung dengan manajemen Setan Merah. Bianconeri menyampaikan ketertarikan mereka dalam bentuk penawaran peminjaman dengan opsi pembelian permanen, sesuatu yang dianggap cocok mengingat situasi finansial klub asal Turin tersebut.

    Sancho, yang pernah bersinar bersama Borussia Dortmund, tampaknya tertarik untuk memulai babak baru dalam kariernya, terutama setelah mengalami masa-masa sulit sejak bergabung ke Premier League. Juventus, dengan proyek anyar di bawah Thiago Motta, disebut siap menampungnya sebagai bagian dari reformasi skuad musim 2025/26.


    “Juventus Incar Jadon Sancho” Jadi Topik Hangat di Bursa Transfer

    Topik Juventus incar Jadon Sancho dari Manchester United kini menjadi bahasan utama di sejumlah media olahraga Eropa. Ketertarikan Juventus terhadap pemain berusia 24 tahun itu dipandang sebagai langkah cerdas mengingat potensi besar Sancho jika berada dalam sistem yang tepat.

    Juventus ingin memanfaatkan harga pasar Sancho yang tengah turun. Pemain yang awalnya direkrut dengan nilai £73 juta dari Dortmund kini hanya dihargai sekitar £25–30 juta karena minim kontribusi dan konflik internal.

    Menurut laporan dari Gazzetta dello Sport, Juventus bahkan bersedia menunggu hingga akhir bursa transfer untuk menegosiasikan skema terbaik, agar tidak terburu-buru dalam pengambilan keputusan finansial.


    Sancho Tak Lagi Masuk Proyek Ten Hag di Manchester United

    Jadon Sancho dipastikan tak masuk dalam proyek jangka panjang Erik ten Hag. Konflik antara keduanya dimulai pada awal musim 2023/24, ketika Ten Hag secara terbuka mengkritik sikap latihan Sancho yang dianggap tidak profesional.

    Sancho lalu membalas secara publik, menyebut dirinya dijadikan kambing hitam. Akibatnya, ia langsung dicoret dari tim utama dan berlatih terpisah hingga akhirnya dipinjamkan kembali ke Borussia Dortmund pada Januari 2024.

    Sayangnya, meskipun tampil cukup baik di Bundesliga, performa Sancho belum sepenuhnya meyakinkan untuk diberi kesempatan kedua di Manchester. Ten Hag yang kini mendapat dukungan penuh manajemen, disebut ingin melepas semua pemain yang tidak sesuai dengan visinya, termasuk Sancho.


    Juventus Siap Beri Peluang Kedua Bagi Jadon Sancho

    Dalam skema permainan Thiago Motta, peran winger sangat krusial. Motta dikenal menyukai pemain yang mampu bermain melebar sekaligus menyisir ke tengah dengan kombinasi umpan pendek dan pergerakan dinamis.

    Sancho dianggap cocok dengan sistem ini karena kemampuan teknik individunya di atas rata-rata, serta kecerdasannya dalam menemukan ruang. Juventus, yang sedang mencari suksesor jangka panjang Federico Chiesa (yang dikaitkan dengan Bayern dan Liverpool), menilai Jadon Sancho sebagai opsi pengganti alami.

    Dengan memindahkan Sancho ke Serie A, Juventus berharap sang pemain bisa tampil tanpa tekanan besar seperti di Premier League. Budaya sepak bola Italia yang lebih taktis dan lambat diyakini cocok untuk mengembalikan kepercayaan diri Sancho.


    Skema Transfer yang Diusulkan Juventus ke Manchester United

    Dalam proposal awal, Juventus menyodorkan skema pinjaman selama satu musim dengan opsi pembelian permanen di kisaran €25 juta. Juventus juga meminta Manchester United bersedia menanggung sebagian gaji Sancho yang mencapai lebih dari €18 juta per tahun.

    Manchester United masih mempertimbangkan tawaran ini. Mereka ingin melepas Sancho secara permanen agar bisa mengurangi beban gaji dan membuka ruang untuk pembelian baru. Namun, tidak banyak klub di luar Inggris yang bersedia menanggung beban gaji sebesar itu.

    Menurut laporan Sky Italia, Juventus berharap bisa mencapai kompromi dalam waktu dekat, terutama jika Sancho menyatakan keinginan kuat untuk bermain di Serie A. Hal ini akan mempercepat negosiasi dan mempermudah kesepakatan antarklub.


    Juventus Incar Jadon Sancho Untuk Membangun Ulang Skuad.

    Juventus berada dalam fase pembangunan ulang skuad setelah performa mereka dalam beberapa musim terakhir tidak konsisten. Di bawah pelatih baru, Thiago Motta, mereka ingin membentuk tim muda dan dinamis, dengan kombinasi pemain Italia dan bintang luar negeri.

    Sancho termasuk pemain yang memenuhi kriteria tersebut. Usianya masih muda, memiliki pengalaman di level tertinggi, serta bisa dimainkan di berbagai posisi sayap atau bahkan sebagai gelandang serang. Juventus melihat Sancho sebagai investasi jangka menengah yang bisa membawa nilai tambah, baik di lapangan maupun secara komersial.

    Juventus incar Jadon Sancho sebagai bagian dari rencana besar mereka dalam membentuk identitas baru pasca-era Massimiliano Allegri.


    Gaji Sancho Jadi Penghalang Utama dalam Transfer Ini

    Satu tantangan utama adalah struktur gaji Sancho yang tinggi. Juventus memiliki batasan dalam hal struktur upah pemain. Gaji bersih pemain top di Turin rata-rata hanya berkisar €7–8 juta per musim, sementara Sancho saat ini mendapat lebih dari dua kali lipat angka tersebut.

    Ini berarti Juventus perlu negosiasi khusus, baik dalam bentuk pemotongan gaji atau meminta kontribusi dari Manchester United selama masa pinjaman.

    Pola semacam ini bukan hal baru bagi Juventus. Mereka pernah menerapkan metode serupa saat meminjam pemain seperti Denis Zakaria dan Alvaro Morata. Namun, keberhasilan skema ini bergantung pada kesediaan Sancho untuk mengorbankan sebagian gajinya demi mendapatkan menit bermain reguler dan membangun ulang reputasinya.


    Serie A Bisa Jadi Tempat Rehabilitasi Karier Jadon Sancho

    Banyak yang percaya bahwa Serie A cocok untuk pemain seperti Jadon Sancho. Gaya bermainnya yang mengandalkan kontrol bola, visi, dan kecepatan akan sangat efektif dalam liga yang lebih menekankan pada aspek taktik dan pertahanan terstruktur.

    Contoh sukses lainnya adalah Chris Smalling dan Romelu Lukaku, yang mampu bangkit dan bahkan berkembang di Italia setelah kesulitan di Premier League. Juventus berharap bisa meniru skenario tersebut bersama Sancho.

    Serie A juga bisa memberi Sancho panggung yang cukup besar namun tidak terlalu menekan. Jika berhasil tampil konsisten, bukan tak mungkin ia bisa kembali ke radar timnas Inggris menjelang Euro 2028.


    Kesimpulan: Juventus Incar Jadon Sancho Untuk Kesempatan Baru

    Transfer ini bisa jadi solusi bagi kedua belah pihak. Juventus membutuhkan pemain kreatif dan eksplosif di sektor sayap, sementara Sancho membutuhkan klub yang bisa memberinya kepercayaan dan menit bermain reguler.

    Jika Juventus bisa menyelesaikan kesepakatan secara finansial, dan Sancho bersedia berkorban demi kebangkitannya, maka transfer ini sangat mungkin menjadi kesepakatan “win-win”. Bagi Manchester United, ini juga jadi kesempatan untuk melepas pemain yang tak masuk rencana dan membuka slot untuk transfer baru.

    Ingin tahu kabar terbaru transfer Serie A dan Premier League?
    Ikuti blog ini untuk informasi eksklusif dan analisis mendalam seputar dunia sepak bola Eropa!

  • Benjamin Sesko Mau Klub yang Benar-benar Tepat

    Benjamin Sesko Mau Klub yang Benar-benar Tepat

    Benjamin Sesko, striker muda berbakat milik RB Leipzig, menjadi salah satu properti panas di bursa transfer musim panas 2024. Di tengah derasnya minat dari klub-klub elit Eropa, pemain asal Slovenia itu menegaskan bahwa ia tidak akan sembarangan dalam memilih tujuan karier berikutnya. Bagi Sesko, keputusan pindah klub bukan sekadar soal uang atau ketenaran, melainkan tentang menemukan tempat yang benar-benar tepat untuk perkembangannya.

    Performa Gemilang di Musim 2023/2024

    Sesko tampil menonjol sepanjang musim lalu bersama RB Leipzig. Ia sukses mencetak 18 gol dalam semua kompetisi dan menjadi tumpuan di lini depan klub Bundesliga tersebut, meski usianya baru menginjak 21 tahun. Statistik impresif itu membuat namanya mencuat di radar klub-klub besar Premier League, termasuk Arsenal, Manchester United, dan Chelsea.

    Tak hanya itu, gaya bermainnya yang agresif, cerdas dalam pergerakan, dan memiliki finishing yang klinis membuatnya kerap dibandingkan dengan Erling Haaland, striker top asal Norwegia. Tak heran jika ia dijuluki “Haaland dari Slovenia”.

    Diminati Banyak Klub, Tapi Tidak Ingin Gegabah

    Meski banjir peminat, Sesko menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi euforia tersebut. Ia dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak tertarik untuk pindah hanya demi klub besar atau kontrak menggiurkan.

    “Saya tidak ingin pindah hanya karena nama besar atau uang. Yang lebih penting adalah proyek dan peran saya dalam tim. Apakah saya benar-benar dibutuhkan? Apakah saya punya ruang untuk berkembang?” ujar Sesko dalam wawancara dengan media Jerman.

    Pernyataan ini mencerminkan betapa seriusnya ia dalam menata karier, berbeda dari banyak pemain muda lain yang terkadang terburu-buru dalam mengambil keputusan.

    Menit Bermain Jadi Prioritas Utama

    Sesko menekankan bahwa menit bermain adalah faktor paling penting dalam keputusannya. Ia tidak ingin menjadi pemain pelapis yang hanya duduk di bangku cadangan, meski berada di klub top dunia. Baginya, waktu bermain adalah modal utama untuk terus berkembang dan menjaga performa.

    “Saya masih muda, saya butuh bermain. Jika saya pergi ke klub yang penuh dengan striker bintang tapi hanya diberi lima atau sepuluh menit setiap pekan, itu akan sangat merugikan,” kata Sesko.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa Sesko tidak hanya berpikir jangka pendek, melainkan juga mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap karier dan perkembangannya sebagai pemain.

    Leipzig Ingin Pertahankan Sesko

    Di sisi lain, RB Leipzig tentu tidak tinggal diam. Mereka melihat Sesko sebagai aset penting untuk proyek jangka panjang klub. Dengan kontraknya yang masih berlaku hingga 2028, dan klausul pelepasan yang diperkirakan mencapai €65 juta, Leipzig berada dalam posisi kuat untuk mempertahankan sang pemain atau melepasnya dengan nilai tinggi.

    Leipzig juga disebut siap menawarkan peran yang lebih sentral di tim utama serta meningkatkan gajinya agar ia tidak tergoda hengkang. Namun, mereka sadar bahwa mempertahankan pemain sekaliber Sesko tidak hanya soal uang, tapi juga kejelasan proyek dan ambisi klub di level Eropa.

    Tekanan dari Luar dan Spekulasi Media

    Nama Sesko kini nyaris tak pernah absen dari tajuk utama media olahraga Eropa. Setiap langkahnya dipantau, dan setiap pernyataannya ditafsirkan sebagai sinyal ke klub tertentu. Hal ini bisa menjadi tekanan tambahan bagi pemain muda sepertinya, namun hingga kini ia terlihat tenang dan fokus.

    Agen Sesko juga menyatakan bahwa keputusan akan diambil berdasarkan “apa yang terbaik untuk Benjamin, bukan apa yang paling populer di media.”

    Masa Depan Masih Terbuka

    Dengan jendela transfer musim panas yang masih panjang, masa depan Sesko masih belum pasti. Bisa saja ia bertahan semusim lagi di Leipzig, atau menerima tawaran dari klub yang benar-benar sesuai dengan visinya. Yang pasti, keputusannya akan mencerminkan kematangan yang tidak biasa dimiliki pemain seusianya.

    Jika ia memilih dengan tepat, bukan tidak mungkin Benjamin Sesko akan menjadi striker top dunia dalam waktu dekat. Ia punya semua modal: fisik, teknik, mental, dan sekarang juga ketegasan dalam merancang masa depan.

  • Como FC Berminat Angkut Rashford dari Old Trafford

    Como FC Berminat Angkut Rashford dari Old Trafford

    Como FC berminat angkut Rashford dari Manchester United menurut laporan dari media ternama Italia. Klub Serie A ini, milik pengusaha Indonesia, disebut siap menawarkan gaji penuh dan ruang bermain penuh, namun Rashford masih belum mengkonfirmasi maupun memastikan langkah ini.

    Kepemilikan Indonesia: Djarum Group & Erick Thohir

    Como FC baru promosi ke Serie A musim lalu dengan dukungan dari Robert dan Michael Hartono (Djarum Group) serta Erick Thohir.
    Klub ini memiliki pelatih Cesc Fàbregas dan punya dana cukup untuk membayar gaji Rashford yang tinggi, sebelumnya Como FC bertengger di posisi 10 klasemen Serie A Italia pada musim 2024/2025.

    Masuknya Nama Rashford dalam Bursa Transfer Como

    Talent scout Gianluca Di Marzio menyebut Como masuk dalam pengejaran Rashford saat bursa transfer Januari 2025 dibuka namun Marcus Rashford lebih memilih untuk dipinjamkan ke Aston Villa, pada bursa transfer musim panas ini Como kembali mengejar Rashford.
    Presiden Mirwan Suwarso sudah mengonfirmasi ada upaya serius dari klub untuk mendatangkan sang striker asal Inggris tersebut.

    Tawaran Gaji Penuh di Como FC berminat angkut Rashford dan Saling Percaya

    Como dipandang siap menanggung gaji penuh Rashford seperti yang ia dapatkan di Manchester United, berbeda dengan Milan, Juventus atau klub lainnya.
    Mereka melihat potensi branding dan performa, serta memiliki figur seperti Raphael Varane di klub yang dapat diyakini sebagai support attractor.

    Como FC berminat angkut Rashford, Namun Dirinya Mencari Opsi Lain

    Namun, Rashford dan agen menyatakan tidak terlibat pembicaraan serius dengan Como.
    Fabrizio Romano mengonfirmasi tak ada tawaran resmi dan Como bukan opsi yang sedang dipertimbangkan oleh pihak dari Rashford.

    Rashford kabarnya mencari klub dengan ambisi UEFA Champions League, bukan klub kecil di papan tengah Serie A. Milan, Juventus, dan Dortmund disebut lebih layak jadi pilihan ketimbang Como.

    Rashford Siap Pindah Untuk Tantangan Baru

    Media seperti Football Italia dan Sports Mole menyebut minat Como sebagai “kejutan” atau “langkah berani”.
    Di Reddit, netizen catat fakta bahwa Como didukung kekayaan Indonesia dan mayoritas investor keenam sebagai sebagai motivasi mereka untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi.

    Rashford sebelumnya menyatakan siap menerima “tantangan baru” setelah semasa di Aston Villa dipinjam.
    Meski siap, ia bersikap selektif dalam memilih klub untuk masa depannya menolak opsi yang dianggap kurang ambisius. Menurut laporan Como tak hanya sekedar mengincar Marcus Rashford, namun juga beberapa pemain kelas dunia. Como FC siap untuk memperebutkan zona eropa musim yang baru ini, dan tak hanya menjadi pelengkap di Serie A Italia .

    Interest Ada, Namun Realisasi Masih Jauh

    Como FC berminat angkut Rashford, dengan tawaran gaji dan visi ambisius.. Namun Rashford sepertinya akan menolak hal tersebut, karena tak ingin pindah ke klub tanpa jaminan Liga Champions. Fokusnya tetap pada klub top Eropa seperti Milan, Juve, atau Dortmund. Minat Como menunjukkan ambisi mereka, tapi transfer belum sampai ke meja diskusi.

  • Harapan United dapatkan Gyökeres Memudar Setelah Striker Tolak Tawaran

    Harapan United dapatkan Gyökeres Memudar Setelah Striker Tolak Tawaran

    Harapan United dapatkan Gyokeres mulai memudar setelah sang striker menolak peluang pindah ke Old Trafford.
    Viktor Gyökeres kini lebih condong untuk bergabung ke Arsenal dan Juventus, menempatkan United dalam posisi sulit di bursa transfer musim panas ini.

    Gyokeres Tolak United, Sinyal Kuat untuk Arsenal

    Sporting striker Viktor Gyökeres dikabarkan menolak negosiasi dengan United, memilih Arsenal sebagai tujuan utamanya.
    Sang striker menyebut transfer ke Emirates sebagai “dream move” sementara Old Trafford tidak lagi jadi opsi.

    Hak Klaim dan Kekacauan Agensi Hambat United

    Transfer United makin rumit karena klausul 10% dari fee jika Sporting menolak tawaran di atas €60 juta—benar-benar nyeret biaya ekstra.
    Kondisi ini membuat United sulit bersaing melawan klub-klub lain.

    Selain Arsenal, Juventus muncul sebagai pesaing baru. Klub Italia menyiapkan tawaran sekitar €70 juta.
    Ini menambah tekanan terhadap United yang harus bergerak cepat jika ingin tetap terlibat.

    Apa yang Menahan United: Tanpa Liga Champions & Pendanaan Kurang

    Kurangnya tiket Liga Champions menjadi isu besar. Gyökeres dikabarkan menolak United karena tak ada jaminan kompetisi Eropa. Selain itu, United harus menjual pemain dan merombak struktur finansial agar bisa mengajukan tawaran yang kompetitif.

    Awal tahun ini, dilaporkan United sudah menyepakati nilai €70 juta dengan Sporting. Namun cerita berubah karena adanya masalah klausul dan perubahan nafsu si pemain.

    “Harapan United dapatkan Gyokeres” Sekarang Lebih Redup

    Setelah penolakan Gyökeres dan masuknya klub lain, peluang United kian kecil.
    Situasi kini kontraktil: Arsenal dan Juventus led the chase, meninggalkan United tanpa langkah konkret.

    Alternatif: United Mengalihkan Fokus ke Target Striker Lain

    United sudah mulai mempertimbangkan opsi lain seperti Victor Osimhen, Bryan Mbeumo, atau Hugo Ekitike.
    Ruben Amorim butuh striker baru cepat—tetapi Gyökeres tidak lagi jadi prioritas.

    Kegagalan jika benar terjadi akan menunjukkan masalah rekrutmen dan daya tarik Old Trafford.
    United harus belajar dari kesalahan ini dan memperbaiki pendekatan dalam bursa transfer.

    Harapan United dapatkan Gyokeres Kini di Ujung Tanduk

    • Gyökeres menolak United dan arahkan ke Arsenal/Juventus
    • Biaya klausul agen menambah kompleksitas
    • United belum punya daya tawar finansial tinggi
    • Alternatif striker sedang dipertimbangkan

    Harapan United dapatkan Gyokeres memang mulai memudar. Sekarang fokus bergeser ke target lain sembari memperbaiki strategi transfer jangka panjang.

bahisliongalabet1xbet