Tag: Liga Italia

  • Gianluigi Buffon Kritik Serie A: Dari Liga Elite Jadi Batu Loncatan Pemain

    Gianluigi Buffon Kritik Serie A: Dari Liga Elite Jadi Batu Loncatan Pemain

    Kritik Pedas Buffon terhadap Serie A

    Legenda sepak bola Italia, Gianluigi Buffon, kembali membuat sorotan setelah mengkritik kondisi kompetisi Serie A saat ini. Dalam sebuah wawancara, Buffon menyoroti bahwa Serie A tidak lagi dipandang sebagai liga tujuan utama bagi para pemain bintang, melainkan hanya sebagai batu loncatan sebelum mereka pindah ke liga-liga yang dianggap lebih kompetitif. Baginya, hal ini merupakan penurunan kualitas yang signifikan dibandingkan era kejayaannya.

    Serie A Dulu dan Sekarang

    Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, Serie A dikenal sebagai liga terbaik di dunia. Klub-klub Italia seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, dan AS Roma selalu menjadi magnet bagi pemain top Eropa maupun Amerika Selatan. Nama-nama besar seperti Ronaldo Nazário, Zinedine Zidane, Pavel Nedvěd, hingga Kaká pernah menghiasi lapangan Serie A. Namun, kini kondisi itu jauh berbeda. Banyak pemain muda menjadikan Serie A hanya sebagai batu pijakan untuk meniti karier sebelum berlabuh ke Liga Inggris, Spanyol, atau Jerman.

    Faktor Finansial Jadi Penyebab

    Buffon menilai masalah utama yang membuat Serie A kehilangan daya tarik adalah faktor finansial. Klub-klub Italia kalah jauh dibandingkan klub Premier League yang mampu menggelontorkan dana besar untuk belanja pemain. Hak siar yang jauh lebih rendah juga membuat daya saing Serie A menurun. Akibatnya, talenta besar lebih memilih bermain di luar Italia untuk mendapatkan gaji lebih tinggi dan kesempatan bersaing di level tertinggi.

    Dampak Bagi Tim Nasional Italia

    Kondisi Serie A yang menurun ini juga berdampak langsung pada kualitas Tim Nasional Italia. Minimnya persaingan ketat di liga domestik membuat para pemain kurang terasah menghadapi atmosfer pertandingan kelas dunia. Tidak heran jika Italia sempat gagal lolos ke dua edisi Piala Dunia berturut-turut. Buffon menegaskan bahwa regenerasi pemain hanya akan berjalan baik jika kompetisi domestik memiliki standar tinggi.

    Klub Italia Masih Bisa Bersaing di Eropa

    Meski begitu, Buffon tetap mengakui bahwa beberapa klub Italia masih bisa bersaing di pentas Eropa. Contohnya, Inter Milan dan AS Roma yang berhasil menembus final kompetisi UEFA dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya keberhasilan tersebut lebih karena strategi dan mentalitas, bukan kekuatan finansial seperti klub-klub Inggris. Hal ini menandakan Serie A masih punya identitas, tetapi tidak lagi menjadi pusat perhatian global.

    Buffon Mendorong Reformasi

    Sebagai sosok yang sangat dihormati di Italia, Buffon mendorong adanya reformasi besar dalam pengelolaan Serie A. Ia menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas stadion, dan pengelolaan finansial yang lebih sehat. Dengan begitu, Serie A bisa kembali menarik pemain top dunia, bukan sekadar menjadi persinggahan sementara bagi mereka.

    Tantangan Menghadapi Dominasi Premier League

    Saat ini, Premier League menjadi kompetisi paling dominan di dunia, baik dari segi finansial maupun popularitas. Buffon mengingatkan bahwa jika Serie A tidak segera berbenah, maka jurang perbedaan dengan liga lain akan semakin lebar. Klub-klub Italia bisa terus hidup di bayang-bayang kejayaan masa lalu tanpa pernah benar-benar bangkit.

    Warisan Buffon untuk Sepak Bola Italia

    Sebagai pemain yang merasakan langsung kejayaan dan kemunduran Serie A,Gianluigi Buffon Kritik Serie A bukanlah sekadar keluhan. Ia ingin membuka mata para pemangku kepentingan bahwa Serie A harus beradaptasi dengan perubahan zaman. Warisannya bukan hanya trofi dan penampilan gemilang di lapangan, tetapi juga suara kritis yang terus mengingatkan bahwa Buffon Kritik Serie A adalah panggilan untuk membangkitkan kembali harga diri sepak bola Italia.

  • Gebrakan Gila AS Roma! Borong Jadon Sancho dan Leon Bailey Sekaligus?

    Gebrakan Gila AS Roma! Borong Jadon Sancho dan Leon Bailey Sekaligus?

    AS Roma borong Jadon Sancho dan Leon Bailey menjadi isu panas di bursa transfer musim panas 2025. Klub ibu kota Italia itu dilaporkan tengah menyiapkan gebrakan gila dengan mendatangkan dua winger top Eropa sekaligus. Jika benar terealisasi, langkah besar ini bisa mengubah wajah lini serang Roma dan menjadikan mereka ancaman nyata di Serie A maupun Liga Champions.

    Ambisi Besar AS Roma di Bursa Transfer

    Sejak kedatangan Daniele De Rossi, ambisi AS Roma semakin terlihat jelas. Klub ingin keluar dari bayang-bayang Juventus, Inter, dan AC Milan. Langkah berani AS Roma borong Jadon Sancho dan Leon Bailey adalah bukti bahwa manajemen tidak ragu menginvestasikan kekuatan besar demi memperkuat skuad. De Rossi menilai sektor sayap adalah titik yang harus ditingkatkan agar Roma bisa tampil konsisten di kompetisi domestik maupun Eropa.

    Jadon Sancho, Bintang yang Ingin Bangkit

    Jadon Sancho sempat menjadi salah satu winger paling menjanjikan di Eropa saat masih berseragam Borussia Dortmund. Namun, sejak bergabung dengan Manchester United, performanya naik turun dan dipenuhi drama internal. Musim lalu, ia dipinjamkan kembali ke Dortmund untuk menemukan kepercayaan dirinya.

    Kini, masa depannya masih samar, dan AS Roma melihat peluang emas. Dengan rencana AS Roma borong Jadon Sancho dan Leon Bailey, Sancho bisa menemukan kembali panggung terbaiknya. Ia diproyeksikan sebagai penggerak utama serangan Roma, memadukan kecepatan dan kreativitas yang sulit dihentikan lawan.

    Leon Bailey, Senjata Kecepatan dari Aston Villa

    Sementara itu, Leon Bailey tampil impresif bersama Aston Villa di Premier League. Winger asal Jamaika ini dikenal dengan kecepatan luar biasa, dribbling tajam, dan naluri mencetak gol yang mumpuni. Di bawah asuhan Unai Emery, Bailey sempat jadi pemain kunci dalam membawa Villa bersaing di papan atas Liga Inggris.

    Namun, ketertarikan Roma bisa jadi peluang baru bagi Bailey untuk menjajal Serie A. Dengan gaya bermain yang eksplosif, ia bisa menjadi pasangan ideal bagi Sancho, sekaligus menambah variasi serangan Roma yang sebelumnya terlalu bergantung pada Paulo Dybala.

    Dampak Duo Sancho dan Bailey untuk Roma

    Jika Roma benar-benar berhasil mendatangkan kedua pemain ini sekaligus, efeknya bisa sangat besar. Lini serang Roma akan memiliki kombinasi kecepatan, kreativitas, dan finishing yang sulit dihentikan. Bayangkan Sancho di sisi kiri, Bailey di kanan, dan Dybala sebagai penyerang bayangan di belakang Tammy Abraham atau Andrea Belotti. Komposisi ini bisa membuat Roma menjadi salah satu tim paling berbahaya di Italia.

    Selain itu, kehadiran Sancho dan Bailey akan meningkatkan nilai komersial Roma. Nama besar Sancho dan popularitas Bailey di Premier League tentu akan mendongkrak citra klub, baik di dalam negeri maupun internasional.

    Tantangan Finansial dan Negosiasi

    Meski terdengar spektakuler, transfer ganda ini tentu bukan perkara mudah. Harga Sancho masih cukup tinggi meski United ingin melepasnya, sementara Bailey juga tak akan dilepas murah oleh Aston Villa. Roma harus pandai mengatur strategi finansial, termasuk kemungkinan menawarkan skema pinjaman dengan opsi beli atau memanfaatkan penjualan beberapa pemain untuk menutup biaya transfer.

    Selain itu, negosiasi gaji juga bisa menjadi tantangan besar. Sancho memiliki bayaran tinggi di United, dan Bailey juga digaji cukup besar di Premier League. Roma perlu mencari jalan tengah agar kedua pemain bersedia bergabung tanpa mengganggu struktur gaji tim.

    Gebrakan atau Sekadar Rumor?

    Belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS Roma maupun klub pemilik kedua pemain tersebut. Namun, rumor ini sudah cukup untuk memanaskan bursa transfer musim panas 2025. Banyak yang menilai langkah gila ini bisa menjadi sinyal bahwa Roma benar-benar ingin keluar dari bayang-bayang Juventus, Inter Milan, dan AC Milan.

    Jika berhasil, transfer ini bisa menjadi salah satu kejutan terbesar di Serie A musim ini. Namun, jika gagal, Roma tetap akan mendapat sorotan sebagai klub yang berani bermimpi besar.

    Penutup

    Gebrakan AS Roma dengan rencana memborong Jadon Sancho dan Leon Bailey sekaligus jelas bukan sekadar wacana biasa. Ambisi besar ini menunjukkan bahwa Roma mulai menyiapkan diri untuk masuk ke jajaran elite Eropa. Kini, tinggal menunggu apakah manajemen Giallorossi benar-benar bisa merealisasikan transfer spektakuler ini, ataukah hanya akan menjadi salah satu rumor panas yang meramaikan musim panas.

  • Sassuolo Resmi Pinang Jay Idzes

    Sassuolo Resmi Pinang Jay Idzes

    Klub Serie A, Sassuolo Resmi Pinang Jay Idzes bek muda berbakat dari Venezia. Transfer ini menjadi salah satu langkah besar Sassuolo untuk memperkuat lini belakang menjelang kompetisi musim 2025/2026.

    Dengan biaya transfer yang mencapai sekitar €7 juta atau setara ratusan miliar rupiah, Sassuolo menunjukkan komitmennya dalam membangun tim yang kompetitif dengan pemain muda potensial.

    Profil Lengkap Jay Idzes

    • Nama Lengkap: Jay Idzes
    • Tanggal Lahir: 14 Januari 2001
    • Kewarganegaraan: Belanda
    • Posisi: Bek Tengah
    • Klub Sebelumnya: Venezia
    • Tinggi Badan: 1,87 m

    Jay Idzes dikenal sebagai bek dengan postur tinggi dan kuat, memiliki kemampuan membaca permainan yang baik, serta cekatan dalam melakukan intersep dan duel udara. Keahliannya dalam mengoper bola juga membuatnya cocok bermain dalam skema build-up dari belakang.

    Perjalanan Karier Jay Idzes

    Jay Idzes memulai kariernya di akademi PSV Eindhoven sebelum pindah ke Venezia. Selama di Venezia, ia mendapatkan kesempatan bermain reguler, meski klub tersebut mengalami tantangan berat di Serie B dan Serie A. Penampilannya yang konsisten membuat banyak klub Serie A, termasuk Sassuolo, melirik bakatnya.

    Detail Transfer dan Kontrak

    Sassuolo mendapatkan Jay Idzes dengan biaya transfer sekitar €7 juta, termasuk bonus yang dapat mencapai €1 juta tergantung performa. Kontrak yang ditawarkan berdurasi tiga tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun, memberikan kestabilan jangka panjang bagi pemain muda ini.

    Alasan Sassuolo Meminang Jay Idzes

    1. Meningkatkan Kualitas Lini Pertahanan:
      Sassuolo ingin memperbaiki performa pertahanan yang sebelumnya sering menjadi titik lemah. Idzes dianggap cocok untuk mengisi posisi bek tengah dengan gaya bermain modern.
    2. Potensi Pengembangan Jangka Panjang:
      Klub dikenal punya rekam jejak mengembangkan pemain muda dan memberikan mereka kesempatan tampil di Serie A.
    3. Kesesuaian Taktikal:
      Jay Idzes memiliki kemampuan bermain dengan bola yang baik, sesuai dengan filosofi Sassuolo yang menekankan penguasaan bola dan build-up dari lini belakang.

    Harapan dan Target Bersama Jay Idzes

    Sassuolo berharap Jay Idzes dapat langsung beradaptasi dan bersaing di tim utama. Ia diharapkan mampu membantu klub menjaga soliditas pertahanan sekaligus meningkatkan kualitas passing dari belakang.

    Bagi Idzes, transfer ini menjadi kesempatan besar untuk menunjukkan kualitasnya di level tertinggi sepak bola Italia dan memperkuat peluangnya masuk tim nasional Belanda di masa depan.

    Statistik Performa Jay Idzes di Venezia

    MusimLigaPenampilanGolAssistClean Sheet (pertahanan)Kartu KuningKartu Merah
    2023/2024Serie B32121050
    2024/2025Serie A2801840

    Dampak Transfer terhadap Sassuolo

    Kehadiran Jay Idzes diprediksi mampu memperbaiki kekuatan defensif Sassuolo yang musim sebelumnya cukup sering kebobolan. Dengan postur tinggi dan gaya bermain agresif tapi cerdas, Idzes bisa menjadi pilihan utama di jantung pertahanan.

    Reaksi Fans dan Media

    Fans Sassuolo menyambut positif transfer ini dengan antusias. Media Italia juga menyoroti langkah berani Sassuolo yang berani menggelontorkan dana besar untuk bek muda sekaligus berpotensi besar.

    Sassuolo Resmi Pinang Jay Idzes dengan biaya ratusan miliar rupiah menunjukkan ambisi klub untuk tetap kompetitif di Serie A melalui investasi pada pemain muda berkualitas. Dengan potensi dan skill yang dimiliki, Jay Idzes siap menjadi salah satu pilar penting di lini pertahanan Sassuolo musim ini dan masa depan.

  • Pelajaran Berharga Kekalahan AC Milan

    Pelajaran Berharga Kekalahan AC Milan

    Meskipun hanya berstatus laga pramusim Pelajaran Berharga Kekalahan AC Milan dari Arsenal dengan skor 0-2 dalam laga uji coba internasional di Amerika Serikat memberikan sejumlah catatan penting bagi skuad asuhan Stefano Pioli. Meski hasil pertandingan bukan indikator utama, performa di lapangan menjadi cerminan kesiapan tim menjelang musim kompetitif 2025/26.

    Pertandingan yang berlangsung di Stadion Allegiant, Las Vegas, itu menjadi bagian dari tur pramusim klub-klub top Eropa. Bagi Milan, laga tersebut memberi Pelajaran Berharga Kekalahan AC Milan tentang apa yang harus diperbaiki sebelum kembali ke persaingan ketat di Serie A dan Liga Champions.

    Jalannya Pertandingan: Arsenal Lebih Tajam, Milan Kurang Greget

    Arsenal tampil dominan sejak awal pertandingan. Dua gol tercipta di babak pertama melalui kombinasi apik lini depan yang dikomandoi oleh Martin Ødegaard dan Bukayo Saka. Sementara itu, Milan kesulitan mengalirkan bola dari belakang ke depan, terutama tanpa kehadiran penyerang utama Rafael Leão yang belum sepenuhnya fit.

    Upaya Milan melalui Pulisic, Reijnders, dan Okafor tidak cukup tajam untuk menembus lini pertahanan The Gunners yang solid. Kelemahan Milan terutama terlihat saat transisi bertahan dan lemahnya koordinasi antarlini.

    3 Pelajaran Penting dari Kekalahan Milan

    1. Lini Tengah Masih Rentan Saat Diserang

    Duet Reijnders dan Adli belum mampu memberi proteksi maksimal terhadap pertahanan. Arsenal mampu dengan mudah mengeksploitasi ruang di antara lini tengah dan lini belakang Milan, terutama melalui umpan terobosan dari Ødegaard.

    Kehilangan Ismaël Bennacer karena cedera membuat keseimbangan Milan di sektor ini menurun drastis. Stefano Pioli kemungkinan besar harus mencari alternatif gelandang bertahan yang lebih defensif atau merekrut tambahan baru sebelum jendela transfer ditutup.

    2. Kurangnya Kreativitas di Lini Depan

    Milan bermain tanpa daya kreasi yang cukup. Meski penguasaan bola sempat cukup seimbang, serangan Milan terlihat tumpul. Okafor sebagai ujung tombak sering kehilangan bola, sementara Pulisic belum menunjukkan peran optimal sebagai pengatur serangan dari sisi kanan.

    Absennya Leão dan minimnya kontribusi dari pemain seperti De Ketelaere—yang kini tampaknya akan dijual—menjadi perhatian besar. Milan harus menemukan cara agar kreativitas tidak hanya bergantung pada satu-dua pemain.

    3. Fokus dan Konsentrasi Masih Jadi Masalah

    Kedua gol Arsenal berasal dari kesalahan elementer Milan: kehilangan bola di area rawan dan salah koordinasi dalam pressing. Ini menunjukkan bahwa aspek mental dan fokus masih harus diasah lebih jauh, terutama bagi pemain-pemain muda seperti Simic dan Terracciano yang diberi menit bermain di babak kedua.

    Komentar Stefano Pioli: Evaluasi Bukan Alasan

    Pasca pertandingan, pelatih Stefano Pioli menegaskan bahwa hasil memang bukan prioritas utama di pramusim, namun setiap pertandingan adalah momen penting untuk mengevaluasi kesiapan tim.

    “Kami masih berada dalam fase membangun ritme permainan dan kebugaran. Tapi jelas kami harus lebih tajam, lebih disiplin, dan lebih efektif, terutama di sepertiga akhir lapangan,” ujar Pioli.

    Apa Langkah Selanjutnya untuk Milan?

    Milan dijadwalkan menghadapi Barcelona dan Sevilla dalam dua pertandingan uji coba terakhir di Amerika. Di laga-laga ini, Pioli kemungkinan akan mencoba formasi alternatif 4-3-1-2 atau 3-4-2-1 untuk mencari keseimbangan baru.

    Selain itu, manajemen klub tengah berusaha menuntaskan transfer pemain tengah dan bek kanan, yang dianggap sebagai sektor yang perlu diperkuat setelah kepergian beberapa pemain senior.

    Statistik Ringkas Laga Arsenal vs Milan

    StatistikArsenalMilan
    Penguasaan Bola52%48%
    Tembakan Tepat Sasaran62
    Gol20
    Pelanggaran911
    Akurasi Umpan88%85%

    Data ini menunjukkan bahwa Arsenal sedikit lebih unggul dalam hal efisiensi serangan dan kontrol tempo permainan, sementara Milan masih belum optimal dalam menyerang maupun bertahan.

    Kekalahan AC Milan dari Arsenal dalam laga pramusim ini menyimpan lebih dari sekadar skor akhir. Pertandingan tersebut membuka mata Stefano Pioli dan tim pelatih bahwa banyak aspek yang harus dibenahi—mulai dari konsistensi taktik, efisiensi lini depan, hingga kestabilan mental saat melawan tim besar.

    Meskipun hasil pramusim tidak menentukan gelar, performa dalam laga-laga seperti ini akan sangat menentukan kesiapan tim ketika musim kompetitif dimulai. Milan harus belajar cepat—dan menjadikan kekalahan ini sebagai bahan bakar menuju musim yang lebih kuat.

  • Federico Gatti Diganjar Kontrak Baru

    Federico Gatti Diganjar Kontrak Baru

    Juventus menegaskan komitmennya untuk membangun skuad tangguh jangka panjang dengan secara resmi Federico Gatti Diganjar Kontrak Baru hingga Juni 2029. Bek internasional Italia itu diberi kontrak jangka panjang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya di musim 2024/25 yang dianggap sebagai salah satu performa terbaiknya sejak bergabung dengan klub.

    Langkah Federico Gatti Diganjar Kontrak Baru Juventus mulai membangun kembali identitas tim mereka berbasis pada pemain yang loyal, berdedikasi, dan berkembang bersama klub.

    Dari Serie C ke Juventus: Perjalanan Tanpa Shortcut

    Perjalanan Federico Gatti bukan kisah sukses instan. Ia pernah bekerja sebagai buruh bangunan sembari bermain di tim amatir di Serie D. Setelah menanjak lewat Pro Patria, Verona, dan kemudian tampil mencolok di Frosinone pada musim 2021/22, Gatti diangkut oleh Juventus pada Januari 2022 dan langsung dipinjamkan kembali untuk menyelesaikan musim di Serie B.

    Ketika kembali ke Turin di musim panas 2022, banyak pihak menilai Gatti sebagai proyek jangka panjang atau pelapis. Namun kenyataannya, dengan kerja keras dan konsistensi, ia menjelma jadi salah satu pemain paling berkembang dalam skuad.

    Performa Mengesankan di Musim 2024/25

    Di bawah asuhan pelatih baru Thiago Motta, Gatti tampil sebagai bek inti dan mencatatkan lebih dari 40 penampilan di semua kompetisi. Ia membentuk trio pertahanan kuat bersama Bremer dan Danilo, dengan peran vital dalam menjaga organisasi lini belakang Juventus.

    Beberapa catatan penting musim lalu:

    • 43 penampilan (Serie A, Coppa Italia, Europa League)
    • 2 gol, salah satunya penentu kemenangan derby della Mole
    • 87% tingkat keberhasilan tekel
    • Rata-rata 4.2 clearances per pertandingan
    • Rata-rata 6.5 duel dimenangkan per laga

    Kematangan Gatti terlihat jelas, terutama dalam duel satu lawan satu dan kemampuan membaca pergerakan penyerang lawan. Ia juga mulai berperan sebagai pembawa bola dari belakang, yang cocok dengan filosofi progresif Motta.

    Detail Kontrak Baru: Komitmen Jangka Panjang

    Dalam pengumuman resmi klub, Juventus menyatakan bahwa Gatti telah menyetujui perpanjangan kontrak hingga 30 Juni 2029, disertai dengan peningkatan gaji dari €1,2 juta menjadi €2,5 juta per musim, ditambah bonus berdasarkan performa.

    Langkah ini menunjukkan bahwa Gatti tidak lagi dianggap sebagai pemain pelapis, melainkan pilar utama dalam proyek jangka panjang Juventus. Klub juga menegaskan bahwa kontrak ini tidak menyertakan klausul rilis, menandakan niat Juventus untuk membangun kontinuitas.

    Komentar Klub dan Pelatih

    Direktur Olahraga Cristiano Giuntoli memuji etos kerja dan profesionalisme Gatti:

    “Dia adalah contoh sempurna bagaimana kerja keras dan dedikasi bisa membawa pemain ke level tertinggi. Gatti bukan hanya bek andal, tapi sosok pemimpin masa depan.”

    Pelatih Thiago Motta juga memberi sinyal bahwa Gatti akan terus menjadi bagian integral dari sistem permainannya:

    “Kami ingin pemain yang tidak hanya kuat, tapi juga cerdas dalam membaca permainan. Gatti punya itu semua.”

    Respon Suporter dan Media

    Keputusan memperpanjang kontrak Gatti disambut hangat oleh tifosi. Banyak yang menyebutnya sebagai “the new Chiellini“, mengingat gaya bertahannya yang keras namun bersih, serta komitmennya terhadap klub.

    Di media sosial, tagar #Gatti2029 sempat menjadi tren di kalangan fans Juventus. Bahkan media ternama seperti Tuttosport dan Gazzetta dello Sport menilai bahwa Gatti kini masuk jajaran 5 bek terbaik Serie A musim lalu.

    Peluang di Timnas Italia Semakin Terbuka

    Dengan konsistensinya di level klub, Gatti kini mulai mengamankan tempat reguler di skuat Roberto Mancini di timnas Italia. Ia diperkirakan akan menjadi starter di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 dan bisa menjadi pasangan ideal bagi Alessandro Bastoni.

    Perpaduan antara fisik, determinasi, dan kedewasaan dalam bertahan menjadikannya opsi menarik di jantung pertahanan Gli Azzurri.

    Membangun Masa Depan Juventus Bersama Pemain Lokal

    Dalam beberapa musim terakhir, Juventus mulai mengembalikan fokus pada pemain-pemain lokal berkualitas seperti Locatelli, Miretti, Cambiaso, dan kini Gatti. Dengan menyatukan generasi muda Italia dengan pemain berpengalaman seperti Danilo dan Bremer, Juventus perlahan membangun kembali identitas klub sebagai tim Italia sejati yang tangguh di Eropa.

    Perpanjangan kontrak Federico Gatti hingga 2029 bukan hanya formalitas, melainkan pernyataan sikap Juventus: bahwa mereka ingin membangun tim berdasarkan kerja keras, loyalitas, dan karakter. Gatti adalah simbol dari proses itu.

    Ia bukan hanya bek yang berkembang dari bawah, tapi kini menjadi pemimpin yang siap membawa Juventus kembali ke puncak Serie A dan bersaing ketat di Eropa.

    Jika Juventus ingin menapak era baru yang lebih stabil dan kuat, mempertahankan pemain seperti Gatti adalah langkah strategis yang tak bisa diremehkan.

  • Fokus Utama Inter Milan Ademola

    Fokus Utama Inter Milan Ademola

    Fokus Utama Inter Milan Ademola Lookman dalam strategi transfer musim panas 2025. Penyerang serbabisa milik Atalanta tersebut menarik manajemen Nerazzurri setelah tampil memukau selama dua musim terakhir Serie A terutama pentas Eropa.

    Menurut berbagai laporan dari media Italia seperti La Gazzetta dello Sport dan Corriere dello Sport, Simone Inzaghi dan direktur olahraga Piero Ausilio telah menyepakati bahwa Lookman adalah profil pemain ideal untuk memperkuat lini serang mereka yang tengah dipersiapkan untuk persaingan di Serie A dan Liga Champions musim depan.

    Statistik dan Performa Ademola Lookman

    Sejak direkrut Atalanta dari RB Leipzig pada 2022, Ademola Lookman mengalami perkembangan pesat di bawah asuhan Gian Piero Gasperini. Dalam dua musim pertamanya di Serie A, Lookman mencatatkan lebih dari 35 gol dan 20 assist di semua kompetisi. Ia menjadi salah satu penyerang paling produktif dan konsisten, terutama dalam situasi transisi cepat dan skema serangan balik.

    Momen paling ikonik dari Lookman adalah ketika ia mencetak hat-trick di final Liga Europa 2023/24 melawan Bayer Leverkusen—sebuah pencapaian luar biasa yang mengantarkan Atalanta meraih trofi Eropa pertama dalam sejarah mereka dan sekaligus menghentikan rekor tak terkalahkan Leverkusen.

    Mengapa Inter Milan Ingin Lookman?

    Inter Milan tengah mencari penyerang baru yang dapat memberikan dimensi berbeda dalam serangan mereka. Fokus Utama Inter Milan Ademola Lookman dikenal memiliki kecepatan, kelincahan, kemampuan dribel, serta insting mencetak gol yang tajam. Ia juga bisa bermain di berbagai posisi: sebagai winger kiri, second striker, atau penyerang tengah dalam formasi 3-5-2 milik Inzaghi.

    Dengan usia 26 tahun, Lookman berada dalam masa puncak karier. Ia dianggap sebagai solusi jangka menengah hingga panjang, sekaligus bisa langsung memberikan dampak instan di tim utama. Kehadirannya diharapkan dapat memberi alternatif bagi Lautaro Martínez dan Marcus Thuram, sekaligus menggantikan peran pemain seperti Alexis Sánchez yang diprediksi akan hengkang.

    Strategi Transfer dan Potensi Negosiasi

    Kontrak Ademola Lookman bersama Atalanta masih berlaku hingga Juni 2026, namun Inter disebut cukup yakin bisa membujuk La Dea untuk melepasnya. Atalanta dikabarkan memasang harga sekitar €35–40 juta, mengingat kontribusi Lookman dan statusnya sebagai bintang utama tim.

    Inter Milan saat ini sedang menjajaki opsi pembayaran bertahap atau skema peminjaman dengan kewajiban beli, demi mengakali regulasi anggaran mereka. Mereka juga mempertimbangkan untuk menawarkan pemain muda dalam paket transfer, seperti Valentín Carboni, Lucien Agoumé, atau Stefano Sensi, agar menurunkan nilai uang tunai yang harus dikeluarkan.

    Meski belum ada proposal resmi, pembicaraan informal antara pihak klub disebut sudah terjadi di belakang layar.

    Tantangan dan Persaingan

    Langkah Inter mendatangkan Lookman tidak akan berjalan tanpa tantangan. Klub-klub dari Premier League seperti Aston Villa, West Ham United, dan bahkan Newcastle United dikabarkan ikut mengamati situasi pemain internasional Nigeria tersebut.

    Namun, Inter Milan memiliki beberapa keunggulan strategis: bermain secara reguler di Liga Champions, proyek sepak bola yang stabil di bawah Simone Inzaghi, dan peluang menjadi starter dalam tim yang menargetkan gelar domestik dan Eropa.

    Kebutuhan Mendesak Inter di Lini Serang

    Musim 2024/25 menunjukkan bahwa Inter masih terlalu bergantung pada Lautaro dan Thuram. Alexis Sánchez diperkirakan tidak akan memperpanjang kontraknya, sedangkan Marko Arnautović kurang konsisten. Hal ini memaksa manajemen Inter untuk mencari opsi baru yang lebih muda, cepat, dan fleksibel—semua kualitas yang dimiliki Lookman.

    Di sisi lain, Inter juga tengah mempertimbangkan beberapa nama lain seperti Albert Gudmundsson (Genoa) dan Alvaro Morata, tetapi Lookman dianggap sebagai opsi paling “lengkap” dan paling sesuai dengan gaya permainan yang diterapkan Inzaghi.

    Profil Singkat Ademola Lookman

    • Nama Lengkap: Ademola Lookman Olajade Alade Aylola Lookman
    • Usia: 26 tahun
    • Kebangsaan: Nigeria (lahir di Inggris)
    • Posisi: Winger / Forward
    • Tinggi: 1,74 m
    • Kaki dominan: Kanan
    • Klub saat ini: Atalanta BC
    • Karier sebelumnya: Charlton Athletic, Everton, RB Leipzig, Fulham (pinjaman), Leicester City (pinjaman)

    Ademola Lookman kini menjadi target transfer utama Inter Milan di musim panas 2025. Dengan kemampuan serba bisa, pengalaman Eropa, dan usia ideal, ia dianggap sebagai tambahan vital untuk lini serang Nerazzurri. Jika negosiasi berjalan mulus, Lookman bisa segera berlabuh di Giuseppe Meazza dan menjadi bagian dari proyek besar Inter untuk kembali berjaya di pentas Eropa.

    Langkah ini juga menunjukkan bahwa Inter Milan serius memperkuat kedalaman skuadnya dan tak ragu menargetkan pemain dari sesama kontestan Serie A demi hasil maksimal musim depan.

  • Performa Anjlok, Harga Pun Diskon, Gelandang Juventus Ini Kini Jadi Target Everton?

    Performa Anjlok, Harga Pun Diskon, Gelandang Juventus Ini Kini Jadi Target Everton?

    Kabar terbaru dari bursa transfer musim panas 2025 datang dari Italia dan Inggris. Seorang gelandang Juventus dikabarkan sedang menjadi incaran klub Premier League, Everton, setelah performanya musim lalu menurun drastis. Hal ini memicu spekulasi bahwa Juventus siap melepas sang pemain dengan harga diskon. Lantas, siapa pemain tersebut dan bagaimana peluang transfer ini terealisasi? Mari kita bahas secara lengkap.

    Penurunan Performa Gelandang Juventus Jadi Sorotan

    Musim 2024/25 bukanlah musim yang ideal bagi Juventus, terutama di sektor lini tengah. Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah Weston McKennie, gelandang asal Amerika Serikat yang gagal mempertahankan konsistensinya. McKennie sempat menjadi andalan Massimiliano Allegri dalam beberapa musim terakhir, namun performanya musim lalu dianggap mengecewakan oleh publik dan media Italia.

    Weston McKennie Gagal Penuhi Ekspektasi

    Sejak kembali dari masa pinjaman di Leeds United pada musim 2022/23, McKennie diberi kepercayaan untuk bersaing di lini tengah Juventus bersama Manuel Locatelli dan Adrien Rabiot. Namun, statistik musim lalu memperlihatkan penurunan kontribusi signifikan. Ia hanya mencetak 1 gol dan 2 assist dalam 31 penampilan Serie A, dengan rating rata-rata yang tidak mencapai angka 6.5 dalam sebagian besar laga.

    Tingkat kehilangan bola yang tinggi, lemahnya distribusi, serta minimnya dampak ofensif membuat McKennie perlahan kehilangan tempat di starting XI. Bahkan di paruh kedua musim, pelatih baru Thiago Motta lebih sering menurunkan pemain muda seperti Fabio Miretti atau Giacomo Nonge.

    Tekanan Media dan Fans

    Performa buruk McKennie tidak hanya berdampak pada kepercayaan pelatih, namun juga menuai kritik keras dari media Italia. La Gazzetta dello Sport bahkan menyebutnya sebagai “pemain yang kehilangan identitas di lapangan”. Fans Juventus pun tak jarang melontarkan komentar pedas di media sosial, meminta manajemen untuk segera menjual sang gelandang.

    Juventus Siap Melepas McKennie dengan Harga Diskon

    Dengan kontrak yang hanya tersisa satu tahun (hingga Juni 2026), dan keinginan untuk merombak komposisi gelandang, Juventus kabarnya siap melepas Weston McKennie pada bursa transfer musim panas ini. Menurut laporan dari Tuttosport, harga McKennie kini berada di kisaran €12-15 juta, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan valuasinya dua musim lalu yang sempat menyentuh €30 juta.

    Alasan Juventus Potong Harga McKennie

    Beberapa faktor utama yang membuat Juventus bersedia memberikan “diskon” untuk Weston McKennie antara lain:

    • Performa buruk musim lalu
    • Tingginya gaji pemain (sekitar €3 juta per musim)
    • Minimnya minat dari klub-klub besar Eropa
    • Kebutuhan Juventus untuk menambah dana belanja pemain baru

    Dengan rencana mendatangkan gelandang baru seperti Teun Koopmeiners dari Atalanta, Juventus memprioritaskan penjualan pemain-pemain yang tidak lagi masuk rencana jangka panjang.

    Everton Menyatakan Ketertarikan

    Dari Inggris, klub Premier League Everton disebut sebagai pihak yang paling serius memantau situasi McKennie. Menurut jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano, Everton telah menghubungi perwakilan Juventus untuk mendiskusikan kemungkinan transfer McKennie ke Goodison Park.

    Gelandang yang Cocok untuk Gaya Permainan Everton?

    Everton, yang musim lalu nyaris terdegradasi namun berhasil bertahan di Premier League, sedang berbenah besar-besaran di bawah pelatih Sean Dyche. Gaya permainan fisik, pressing kuat, dan kebutuhan akan gelandang box-to-box menjadikan McKennie profil yang menarik.

    Meskipun performanya di Serie A menurun, McKennie tetap dikenal sebagai pemain dengan stamina tinggi, kemampuan duel udara yang baik, serta fleksibilitas bermain di berbagai posisi lini tengah. Hal ini bisa menjadi aset berharga bagi skuad Everton yang butuh kedalaman dan energi di lini kedua.

    McKennie Tertarik Kembali ke Inggris?

    Menurut laporan dari Daily Mail, Weston McKennie sendiri tidak menutup kemungkinan kembali bermain di Inggris. Meski pengalamannya bersama Leeds United tidak berjalan mulus, ia menyukai atmosfer Premier League dan ingin membuktikan dirinya bisa sukses di sana. Kabarnya, ia juga tertarik dengan proyek jangka panjang Everton yang fokus membangun tim muda dengan gaya permainan agresif.

    Persaingan dari Klub Lain?

    Meski Everton menjadi peminat paling konkret, McKennie juga dikaitkan dengan beberapa klub lain, seperti Galatasaray dan AS Monaco. Namun, Everton diyakini lebih unggul karena bisa menawarkan kompetisi Premier League dan kemungkinan peran penting di lini tengah.

    Juventus juga diyakini lebih memilih menjual ke Inggris karena potensi keuntungan finansial yang lebih tinggi dibandingkan klub Turki atau Prancis.

    Potensi Transfer dan Dampaknya

    Jika transfer McKennie ke Everton benar-benar terjadi, dampaknya akan signifikan bagi kedua klub.

    Dampak untuk Juventus

    • Membuka ruang gaji untuk pemain baru
    • Mengurangi beban skuad yang kelebihan gelandang
    • Mendapatkan dana tambahan untuk mendatangkan pemain incaran seperti Koopmeiners atau Khéphren Thuram

    Dampak untuk Everton

    • Menambah pengalaman dan tenaga baru di lini tengah
    • Memiliki gelandang serba bisa yang bisa beroperasi sebagai CM, RM, maupun AM
    • Memberikan alternatif bagi pemain seperti James Garner dan Amadou Onana

    Namun, risiko tetap ada. McKennie perlu membuktikan bahwa penurunan performanya di Juventus bukan karena penurunan kualitas permanen, melainkan kurang cocok dengan taktik atau atmosfer di klub sebelumnya.

    Kesimpulan: Transfer yang Masuk Akal?

    Jika melihat dari segala aspek – performa pemain, harga pasar, kebutuhan tim, dan potensi – maka transfer Weston McKennie ke Everton adalah langkah yang cukup masuk akal bagi semua pihak. Juventus bisa melepas pemain yang tak lagi konsisten, sementara Everton mendapatkan opsi gelandang berpengalaman dengan harga terjangkau.

    Dengan bursa transfer musim panas masih berjalan hingga akhir Agustus 2025, menarik untuk ditunggu bagaimana kelanjutan saga ini. Apakah McKennie benar-benar akan berlabuh ke Goodison Park? Atau justru muncul kejutan lain dari klub pesaing?

  • Inter Milan Balas Dendam Scudetto

    Inter Milan Balas Dendam Scudetto

    Inter Milan, salah satu klub sepak bola legendaris Italia, tengah menjadi sorotan setelah terungkap Inter Milan Balas Dendam Scudetto. Grup ini bukan hanya sebagai sarana komunikasi sehari-hari, selain itu juga menjadi wadah untuk memupuk semangat juang dan tekad membalas kegagalan musim sebelumnya.

    Grup WhatsApp Pemain Inter Milan: Sarang Strategi dan Motivasi

    Informasi mengenai grup WhatsApp ini bocor dari sumber dalam yang dekat dengan klub. Dalam grup tersebut, para pemain aktif berdiskusi tentang strategi, persiapan pertandingan, serta saling memotivasi untuk mengejar gelar juara Serie A yang sebelumnya lepas dari genggaman mereka.

    Pesan-pesan yang ditemukan berisi ungkapan kekecewaan atas musim lalu dan tekad kuat untuk mengalahkan rival-rival utama mereka, seperti AC Milan dan Juventus. Obrolan ini juga mencerminkan ikatan kuat antar pemain yang dipupuk oleh pelatih dan manajemen klub.

    Balas Dendam Scudetto: Motivasi Utama Inter Milan

    Inter Milan gagal mempertahankan gelar Scudetto musim sebelumnya, yang membuat suasana di dalam tim menjadi penuh semangat untuk melakukan pembalasan. Grup WhatsApp ini menjadi platform utama untuk menyalurkan semangat tersebut.

    Para pemain sering berbagi kutipan motivasi, video highlight pertandingan, dan rencana taktik yang bisa digunakan untuk mendominasi kompetisi musim depan. Keseriusan ini menunjukkan bahwa Inter Milan tidak main-main dalam membidik trofi Serie A 2025.

    Peran Pelatih dan Manajemen dalam Membentuk Mental Juara

    Pelatih Inter Milan dikenal memiliki pendekatan yang intens dalam membangun mental juara. Lewat grup WhatsApp, pelatih rutin memberikan arahan langsung dan feedback kepada para pemain.

    Selain itu, manajemen klub juga aktif mendukung dengan menyediakan fasilitas latihan terbaik dan memfasilitasi komunikasi efektif di dalam tim. Ini semua bertujuan agar Inter Milan mampu bangkit dan menuntaskan misi merebut kembali Scudetto.

    Dampak Positif Grup WhatsApp untuk Performa Tim

    Sejak pembentukan grup ini, Inter Milan menunjukkan peningkatan performa dalam laga pra-musim. Kekompakan dan komunikasi yang baik antar pemain di lapangan dipercaya berasal dari interaksi intens di grup WhatsApp tersebut.

    Selain itu, grup ini juga menjadi media yang efektif untuk menjaga moral tim tetap tinggi, terutama saat menghadapi tekanan dari rival dan media.

    Terungkapnya Inter Milan Balas Dendam Scudetto memberikan gambaran nyata betapa besar motivasi dan tekad yang ada dalam skuad Nerazzurri. Dengan dukungan penuh pelatih dan manajemen serta komunikasi intens, Inter Milan memberikan perlawanan sengit di Serie A.

  • AC Milan Masih Kurang 10 Juta Euro untuk Datangkan Doue

    AC Milan Masih Kurang 10 Juta Euro untuk Datangkan Doue

    AC Milan tengah serius memburu tanda tangan bek muda berbakat milik Rennes, Guela Doué, pada bursa transfer musim panas 2025. Namun, proses negosiasi menemui hambatan karena masalah harga. Rossoneri kurang 10 juta euro dari total dana yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan Rennes, sehingga kesepakatan transfer masih belum bisa direalisasikan.

    Ketertarikan Milan terhadap Doué bukanlah isapan jempol belaka. Sang pemain telah menjadi incaran utama dalam proyek regenerasi lini belakang klub. Akan tetapi, persoalan harga menjadi tantangan terbesar yang kini dihadapi manajemen I Rossoneri.

    Guela Doué: Bek Serba Bisa yang Jadi Incaran Banyak Klub

    Guela Doué tampil gemilang bersama Rennes di Ligue 1 musim lalu. Pemain berusia 21 tahun ini dikenal sebagai bek kanan modern yang agresif saat menyerang, namun juga tak lalai dalam bertahan. Selain itu, ia juga mampu bermain sebagai bek kiri maupun gelandang bertahan, menjadikannya opsi yang fleksibel bagi pelatih mana pun.

    Musim 2024/25 lalu, Doué mencatatkan 31 penampilan di Ligue 1, menyumbang 2 gol dan 4 assist. Statistik tersebut menunjukkan kontribusi ofensif yang seimbang dengan pertahanan solid.

    Tak heran jika namanya juga sempat dikaitkan dengan klub-klub besar seperti Manchester United dan Bayern Munchen. Namun, AC Milan menjadi klub yang paling konkret dalam melakukan pendekatan.

    AC Milan Butuh Bek Baru Setelah Kepergian Calabria dan Florenzi

    Langkah Milan mendatangkan Doué bukan tanpa alasan. Klub asuhan Paulo Fonseca tersebut tengah mengalami krisis di posisi bek kanan setelah Davide Calabria dan Alessandro Florenzi kemungkinan besar tidak akan memperpanjang masa baktinya di San Siro. Sayangnya, upaya menghadirkan pengganti masih terhambat karena Milan kurang 10 juta euro untuk merampungkan transfer Guela Doué dari Rennes.

    Selain itu, Milan juga membutuhkan pemain yang bisa mendukung gaya bermain ofensif Fonseca, yang mengandalkan kecepatan transisi dan overlapping dari full-back.

    Doué dinilai cocok dengan skema tersebut. Selain kuat dalam duel satu lawan satu, pemain asal Pantai Gading itu juga memiliki ketenangan dalam mengolah bola, membuatnya bisa berperan sebagai ball-playing defender saat Milan membangun serangan dari belakang.

    Kurang 10 Juta Euro dari Harga Rennes, Milan Masih Menahan Tawaran

    Masalah utama dalam proses transfer ini adalah harga yang diminta oleh Rennes. Klub asal Prancis tersebut memasang harga sekitar 25 juta euro untuk Doué, nilai yang dianggap wajar mengingat usianya yang masih muda dan potensinya yang luar biasa.

    Namun, AC Milan saat ini baru mampu menawarkan sekitar 15 juta euro plus bonus, membuat kesepakatan belum juga tercapai hingga pertengahan Juli 2025 ini. Rennes pun bersikukuh tak ingin melepas Doué dengan harga murah, apalagi sang pemain masih memiliki kontrak hingga Juni 2027.

    Kurang 10 Juta Euro, Milan Andalkan Penjualan Pemain Tambahan

    Kekurangan 10 juta euro ini membuat Milan kini mulai mengevaluasi penjualan pemain untuk menambah dana transfer. Beberapa nama yang masuk daftar jual antara lain Divock Origi, Fodé Ballo-Touré, dan Yacine Adli. Jika ada yang laku, maka dana tersebut bisa langsung dialihkan untuk menebus Doué.

    Di sisi lain, Milan juga mempertimbangkan opsi peminjaman dengan kewajiban beli, meskipun Rennes dikabarkan hanya ingin melepas Doué secara permanen.

    Situasi ini menjadi ujian tersendiri bagi manajemen Milan di bawah Giorgio Furlani dan Geoffrey Moncada, yang ingin menunjukkan bahwa mereka mampu mengelola transfer dengan cermat namun tetap ambisius.

    Pendekatan Rossoneri: Fokus pada Bakat Muda Berkualitas

    Upaya Milan mendatangkan Guela Doué juga mencerminkan kebijakan transfer klub yang konsisten dalam merekrut pemain muda potensial. Sejak beberapa musim terakhir, Milan sukses mendatangkan nama-nama seperti Rafael Leão, Malick Thiaw, dan Tijjani Reijnders, yang kini menjadi andalan tim utama.

    Proyek jangka panjang Milan tampaknya masih bertumpu pada kombinasi antara talenta muda, efisiensi finansial, dan pemanfaatan sistem scouting yang kuat di Eropa.

    Jika berhasil merekrut Doué, maka Milan akan kembali membuktikan kemampuannya dalam mengidentifikasi dan mengembangkan pemain muda menjadi bintang masa depan.

    Fonseca Restui Transfer: “Dia Pemain Bertalenta Tinggi”

    Paulo Fonseca disebut sudah memberikan lampu hijau penuh untuk transfer Guela Doué. Sang pelatih melihatnya sebagai bagian penting dari skema pertahanan musim depan, terutama dalam formasi 4-2-3-1 yang menjadi andalannya.

    Dalam konferensi pers pramusim, Fonseca menyatakan, “Kami membutuhkan pemain muda yang kuat secara fisik, cepat, dan punya teknik bagus. Doué adalah nama yang sangat menarik. Tapi semua tergantung negosiasi.”

    Pernyataan ini menegaskan bahwa sang pelatih berharap manajemen segera menuntaskan transfer sebelum Serie A musim 2025/26 dimulai pertengahan Agustus mendatang.

    Agen Doué Beri Sinyal Positif, Tapi Tak Akan Paksa Transfer

    Sementara itu, agen Guela Doué menyatakan bahwa kliennya terbuka untuk bergabung dengan Milan. Namun, ia menegaskan bahwa transfer tak akan dipaksakan jika Rennes belum menerima penawaran sesuai valuasi. Saat ini, Milan masih kurang 10 juta euro, yang menjadi penghalang utama tercapainya kesepakatan antara kedua klub.

    “Guela sangat menghormati Rennes, tapi Milan adalah klub bersejarah. Jika kedua klub bisa mencapai kesepakatan, maka kami siap. Tapi kami tidak akan memaksakan apa pun,” ujar sang agen dalam wawancara dengan media Prancis, L’Équipe.

    Pernyataan tersebut bisa menjadi sinyal positif bagi Milan, asalkan mereka bisa memenuhi tuntutan harga dari klub Ligue 1 itu.

    Kurang 10 Juta Euro, Fans Desak Manajemen Tuntaskan Transfer Doué

    Antusiasme fans Milan terhadap potensi kedatangan Doué juga terlihat jelas di media sosial. Tagar #DouéToMilan sempat menjadi trending di Twitter Italia, menunjukkan dukungan besar dari tifosi agar manajemen segera merampungkan transfer ini.

    Beberapa fans bahkan menyamakan Doué dengan Theo Hernandez di sisi kanan pertahanan, berharap keduanya bisa menciptakan kekuatan baru yang eksplosif dari dua sisi lapangan.

    Namun, sebagian juga mengkritik lambatnya pergerakan Milan dalam bursa transfer kali ini, terutama jika dibandingkan dengan rival seperti Inter Milan dan Juventus yang sudah mendatangkan pemain lebih dulu.

    Prediksi: Transfer Bisa Terjadi di Pekan Terakhir Bursa

    Melihat situasi saat ini, transfer Guela Doué kemungkinan besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat. AC Milan perlu menjual satu atau dua pemain terlebih dahulu untuk memenuhi kekurangan dana sebesar 10 juta euro.

    Namun, jika penjualan tersebut berhasil dilakukan dalam dua pekan ke depan, maka kesepakatan bisa tercapai pada pekan terakhir bursa transfer, tepat sebelum Serie A dimulai.

    Waktu akan menjadi penentu apakah Milan bisa mendatangkan Doué, atau justru harus beralih ke target lain jika negosiasi tak kunjung menemui titik temu.

  • Kapan Modric Bergabung AC Milan

    Kapan Modric Bergabung AC Milan

    Kapan Modric Bergabung AC Milan. Pada akhirnya Luka Modric resmi bergabung dengan AC Milan usai mengakhiri karier panjangnya di Real Madrid. Kedatangan maestro Kroasia disambut antusias oleh para tifosi Rossoneri berharap Modric menjadi figur sentral dalam ambisi Milan meraih kejayaan Eropa.

    Namun, pertanyaan pun bermunculan: Kapan Modric Bergabung AC Milan dan mulai berlatih dengan skuad AC Milan? Mari kita bahas secara lengkap.

    Resmi Diumumkan Awal Juli 2025

    AC Milan secara resmi mengumumkan transfer Luka Modric pada 4 Juli 2025. Pemain 39 tahun tanda tangani kontrak satu musim opsi perpanjangan menandai babak baru dalam karier setelah 13 musim Real Madrid.

    Modric datang secara gratis setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Los Blancos. Meski mendapat tawaran fantastis dari Timur Tengah dan MLS, Modric memilih Milan karena masih ingin bersaing di level tertinggi Eropa, sekaligus merasakan atmosfer Serie A sebelum gantung sepatu.

    Tanggal Bergabung ke Skuad AC Milan

    Luka Modric dijadwalkan bergabung dengan skuad AC Milan pada 15 Juli 2025, langsung di pusat latihan Milanello. Tanggal ini dipilih karena Modric baru saja menyelesaikan tugas internasional bersama Timnas Kroasia di Euro 2024 dan diberikan libur tambahan selama dua pekan oleh manajemen klub.

    Modric akan menjalani tes medis lanjutan dan diperkenalkan ke publik Milanello secara resmi sebelum langsung mengikuti latihan bersama pemain-pemain senior lainnya yang baru kembali dari liburan musim panas.

    Sesi Latihan dan Agenda Pramusim

    Modric akan mengikuti sesi latihan penuh di Milanello selama beberapa hari sebelum terbang ke Amerika Serikat dalam rangka tur pramusim AC Milan. Dalam tur tersebut, Milan dijadwalkan menghadapi beberapa klub besar seperti Chelsea, Inter Miami, dan Borussia Dortmund.

    Selain untuk kebugaran dan taktik, tur ini juga akan menjadi ajang penting bagi Modric beradaptasi dengan gaya permainan pelatih baru, Paulo Fonseca, yang dikenal menyukai sepak bola menyerang berbasis penguasaan bola.

    Peran Modric di Tim Paulo Fonseca

    Luka Modric diproyeksikan sebagai playmaker utama dalam formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 milik Fonseca. Pengalamannya akan sangat berharga dalam membimbing gelandang muda seperti Tijjani Reijnders, Ismaël Bennacer, dan Yunus Musah.

    Tak hanya itu, Modric juga akan menjadi sosok pemimpin di ruang ganti, menggantikan peran Simon Kjaer yang baru saja meninggalkan klub. Fonseca secara pribadi disebut sangat menginginkan Modric karena fleksibilitas dan kecerdasan taktiknya.

    Antusiasme Suporter dan Manajemen

    Kehadiran Luka Modric menjadi daya tarik besar bagi AC Milan dari sisi teknis dan komersial. Penjualan jersey dengan nama “Modric 10” melonjak tajam dalam beberapa hari pertama setelah pengumuman. Fans berharap Modric bisa menjadi elemen penting dalam upaya klub meraih scudetto serta bersaing di Liga Champions musim 2025/26.

    CEO Milan, Giorgio Furlani, mengatakan bahwa kedatangan Modric adalah “keputusan strategis yang menyatukan pengalaman, kualitas, dan mentalitas juara.”

    Luka Modric dijadwalkan mulai bergabung dengan AC Milan dan berlatih di Milanello pada 15 Juli 2025. Setelah itu, ia akan langsung ikut serta dalam tur pramusim ke Amerika Serikat bersama tim utama. Meski telah mendekati usia 40 tahun, Modric tetap menjadi aset penting bagi Rossoneri, baik di atas lapangan maupun di luar lapangan.

    Para penggemar Milan di seluruh dunia kini menantikan debut resmi Modric dalam seragam merah-hitam, dan melihat bagaimana perannya menghidupkan kembali kejayaan Milan di kancah Italia dan Eropa.

bahisliongalabet1xbet