Tag: Jay Idzes

  • Bologna vs Sassuolo: Jay Idzes dan Kawan-kawan Curi 1 Poin di Renato Dall’Ara

    Bologna vs Sassuolo: Jay Idzes dan Kawan-kawan Curi 1 Poin di Renato Dall’Ara

    Pertandingan Bologna vs Sassuolo di Stadion Renato Dall’Ara berakhir dengan skor imbang yang terasa seperti kemenangan bagi tim tamu. Sassuolo, yang tampil dengan komposisi tidak ideal, sukses mencuri satu poin berharga berkat disiplin pertahanan dan kerja kolektif yang solid. Jay Idzes menjadi salah satu figur sentral dalam hasil ini, tampil lugas dan tenang di jantung pertahanan Neroverdi.

    Bagi Bologna, hasil ini terasa mengecewakan. Bermain di kandang sendiri dengan dominasi penguasaan bola, Rossoblù gagal memaksimalkan peluang untuk mengamankan tiga poin. Sebaliknya, Sassuolo menunjukkan efisiensi, mentalitas bertahan yang kuat, dan ketangguhan menghadapi tekanan sepanjang laga.

    Bologna Dominan Sejak Awal Laga

    Sejak menit pertama, Bologna langsung mengambil inisiatif serangan. Pasukan Thiago Motta menekan dari sisi sayap dan mencoba membongkar pertahanan Sassuolo lewat kombinasi umpan pendek di sepertiga akhir lapangan. Beberapa peluang tercipta melalui pergerakan lini kedua, namun penyelesaian akhir menjadi masalah utama tuan rumah.

    Bologna mencatatkan penguasaan bola lebih dari 60 persen pada babak pertama. Tekanan terus mengalir, tetapi rapatnya lini belakang Sassuolo membuat setiap celah sulit ditemukan. Transisi bertahan Sassuolo berjalan efektif, dengan garis pertahanan yang disiplin dan jarak antarlini yang terjaga.

    Jay Idzes Tampil Solid di Jantung Pertahanan

    Dalam laga Bologna vs Sassuolo ini, nama Jay Idzes layak mendapat sorotan khusus. Bek berdarah Indonesia tersebut tampil penuh konsentrasi, memenangi duel udara, dan melakukan sejumlah intersep krusial. Ketika Bologna mencoba menyerang lewat crossing dan second ball, Idzes selalu berada di posisi yang tepat.

    Ketangguhan Idzes bukan hanya terlihat dari aspek fisik, tetapi juga kecerdasan membaca permainan. Ia beberapa kali memotong alur serangan sebelum bola mencapai area berbahaya. Performa ini menunjukkan kematangan Jay Idzes dalam menghadapi tekanan di level Serie A.

    Kehadiran Idzes memberi rasa aman bagi Sassuolo, terutama saat Bologna meningkatkan tempo permainan pada 15 menit terakhir babak pertama. Koordinasinya dengan bek lain membuat Sassuolo mampu bertahan tanpa harus terus-menerus mengandalkan pelanggaran taktis.

    Sassuolo Bertahan, Tapi Tidak Pasif

    Meski lebih banyak ditekan, Sassuolo tidak sepenuhnya pasif. Tim tamu tetap mencoba memanfaatkan momen transisi cepat. Beberapa kali mereka berhasil keluar dari tekanan Bologna dan menciptakan peluang lewat serangan balik.

    Pergerakan lini depan Sassuolo memaksa Bologna untuk tetap waspada. Hal ini membuat tuan rumah tidak bisa terlalu banyak meninggalkan ruang di belakang. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan permainan, meski Sassuolo harus mengorbankan dominasi penguasaan bola.

    Pendekatan realistis Sassuolo menjadi kunci dalam laga ini. Mereka tidak memaksakan permainan terbuka, tetapi fokus pada efisiensi dan disiplin.

    Gol Pembuka dan Reaksi Bologna

    Bologna akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui tekanan berkelanjutan. Gol pembuka lahir dari situasi yang memperlihatkan keunggulan Bologna dalam membangun serangan. Publik Renato Dall’Ara sempat yakin tiga poin akan tetap berada di kandang.

    Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Sassuolo merespons dengan tenang dan tidak panik. Mereka meningkatkan intensitas duel di lini tengah dan mulai lebih berani membawa bola ke depan. Pendekatan ini membuahkan hasil ketika Sassuolo berhasil menyamakan kedudukan melalui skema yang rapi.

    Gol penyeimbang ini menjadi titik balik mental pertandingan. Bologna mulai terlihat frustrasi, sementara Sassuolo bermain dengan kepercayaan diri lebih tinggi.

    Mental Baja Sassuolo di Babak Kedua

    Memasuki babak kedua, Bologna kembali menekan dengan tempo tinggi. Pergantian pemain dilakukan untuk menambah daya dobrak. Namun Sassuolo menunjukkan mental baja. Setiap serangan Bologna dihadapi dengan organisasi bertahan yang rapi.

    Jay Idzes kembali menjadi figur penting dalam fase ini. Ia tidak hanya bertahan, tetapi juga membantu membangun serangan dari belakang dengan distribusi bola yang aman. Ketika Bologna mencoba meningkatkan intensitas pressing, Idzes tetap tenang dan jarang melakukan kesalahan.

    Sassuolo memang lebih banyak bertahan, tetapi mereka tidak kehilangan fokus hingga peluit akhir berbunyi. Upaya Bologna untuk mencetak gol kemenangan terus mentah di sepertiga akhir lapangan.

    Hasil Imbang yang Bermakna Berbeda

    Bagi Bologna, hasil imbang ini terasa seperti kehilangan dua poin. Bermain di kandang dan mendominasi permainan, mereka gagal menunjukkan ketajaman yang dibutuhkan untuk mengunci kemenangan. Kurangnya efektivitas di depan gawang menjadi catatan penting bagi staf pelatih.

    Sebaliknya, bagi Sassuolo, satu poin dari Renato Dall’Ara memiliki nilai besar. Menghadapi tim yang lebih diunggulkan, mereka berhasil menunjukkan karakter, kedisiplinan, dan kerja tim yang solid. Penampilan kolektif ini memberi sinyal positif untuk laga-laga berikutnya.

    Jay Idzes dan Dampaknya bagi Sassuolo

    Performa Jay Idzes dalam laga Bologna vs Sassuolo mempertegas perannya sebagai aset penting di lini belakang. Konsistensi dan ketenangannya memberi stabilitas bagi tim, terutama saat menghadapi tekanan intens.

    Bagi Sassuolo, keberadaan Idzes bukan hanya soal kualitas bertahan, tetapi juga kepemimpinan di lapangan. Ia mampu menjaga organisasi tim dan memberi contoh dalam duel-duel krusial. Penampilan seperti ini berpotensi membuat posisinya semakin tak tergantikan.

    Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Idzes tentu menjadi kabar menggembirakan. Ia menunjukkan bahwa pemain dengan latar belakang Indonesia mampu bersaing dan tampil solid di level tertinggi sepak bola Italia.

    Kesimpulan

    Laga Bologna vs Sassuolo berakhir imbang, tetapi cerita di balik skor menunjukkan dua sisi berbeda. Bologna tampil dominan namun kurang tajam, sementara Sassuolo bermain disiplin dan efektif. Jay Idzes dan kawan-kawan pantas mendapat pujian atas kerja keras dan mentalitas yang ditunjukkan sepanjang pertandingan.

    Satu poin dari Renato Dall’Ara menjadi bukti bahwa Sassuolo mampu bertahan dan bersaing, bahkan di kandang lawan yang kuat. Hasil ini bisa menjadi fondasi penting untuk perjalanan mereka di Serie A musim ini.

  • Pekan Pembuka Serie A 2025/26: Jay Idzes vs Napoli, Emil Audero vs AC Milan

    Pekan Pembuka Serie A 2025/26: Jay Idzes vs Napoli, Emil Audero vs AC Milan

    Pekan perdana Serie A musim 2025/26 menjadi panggung awal yang penuh tensi, bukan hanya untuk tim papan atas, tetapi juga untuk para pemain Indonesia yang berlaga di Italia. Nama Jay Idzes (Venezia) dan Emil Audero (Como) langsung menjadi sorotan karena keduanya akan menghadapi lawan tangguh di pekan pembuka. Idzes akan memimpin lini belakang Venezia saat menjamu Napoli, sementara Audero diprediksi tampil sebagai kiper utama Como ketika berhadapan dengan AC Milan.

    Momentum ini bukan sekadar laga biasa, melainkan ujian pertama sekaligus kesempatan emas bagi pemain keturunan Indonesia itu untuk membuktikan kualitas mereka di level tertinggi Serie A.

    Jadwal dan Latar Belakang Pekan Pembuka Serie A 2025/26

    Serie A 2025/26 dibuka dengan sejumlah pertandingan menarik. Juara bertahan Inter Milan akan menghadapi lawan yang relatif lebih mudah, sementara Juventus, Roma, dan Lazio dipaksa tampil maksimal di pekan awal karena jadwal yang langsung mempertemukan mereka dengan lawan-lawan yang tak bisa diremehkan.

    Namun, sorotan terbesar justru jatuh kepada Venezia dan Como. Kedua tim yang dipandang sebagai kuda hitam musim ini akan langsung berhadapan dengan lawan tangguh.

    • Venezia vs Napoli: Laga akan berlangsung di Pierluigi Penzo Stadium, markas Venezia yang terkenal sempit namun intim. Napoli yang musim lalu masih bertahan di zona Eropa jelas datang dengan status unggulan.
    • AC Milan vs Como: Pertandingan di San Siro menjadi salah satu laga paling dinantikan di pekan pembuka. Como, yang baru promosi, langsung diuji menghadapi salah satu tim tersukses dalam sejarah Serie A.

    Dua laga ini tidak hanya penting bagi klub, tetapi juga memiliki makna personal untuk Jay Idzes dan Emil Audero.

    Jay Idzes, Pilar Venezia yang Siap Naik Kelas

    Jay Idzes menjadi salah satu nama yang konsisten di Venezia sejak kepindahannya dari Belanda. Pemain berdarah Indonesia-Belanda ini awalnya direkrut untuk memperkuat barisan belakang Venezia di Serie B. Namun, kontribusinya yang stabil membuat ia menjadi pilihan utama bahkan setelah Venezia kembali ke Serie A.

    Idzes memiliki keunggulan dalam duel udara, ketenangan saat membangun serangan dari lini belakang, serta kemampuan membaca permainan lawan. Dalam beberapa pertandingan besar musim lalu, ia terbukti mampu mengimbangi striker papan atas Serie A.

    Musim ini, Idzes dituntut untuk naik kelas. Venezia tidak hanya ingin bertahan di kasta tertinggi, tetapi juga mencoba bersaing di papan tengah. Tantangan pertama datang langsung dari Napoli, tim yang memiliki serangan cepat dan tajam.

    Emil Audero, Harapan Baru di Bawah Mistar Como

    Di sisi lain, Emil Audero punya cerita berbeda. Kiper kelahiran Mataram ini sempat menjadi nama besar bersama Sampdoria sebelum klub tersebut terdegradasi. Ia kemudian dipinjamkan ke Inter Milan, meski jarang mendapat menit bermain karena kalah bersaing dengan Yann Sommer.

    Kini, bersama Como, Audero mendapatkan kesempatan emas untuk kembali tampil reguler. Ambisi Como sebagai klub promosi tidak bisa diremehkan. Dengan dukungan finansial dan proyek jangka panjang, Como mendatangkan beberapa pemain berpengalaman Serie A, termasuk Audero sebagai penjaga gawang utama.

    Menghadapi AC Milan di San Siro jelas menjadi ujian besar. Milan dikenal dengan lini depan yang eksplosif, ditambah lagi dukungan puluhan ribu tifosi yang membuat atmosfer semakin menekan. Bagi Audero, laga ini adalah panggung untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak disebut sebagai salah satu kiper papan atas Italia.

    Tantangan Berat Melawan Tim Papan Atas

    Venezia dan Como berada pada situasi serupa: menghadapi lawan yang di atas kertas jauh lebih kuat. Napoli, meski sempat goyah setelah era Luciano Spalletti, tetap menjadi tim dengan kedalaman skuad mumpuni. Mereka punya pemain sayap cepat, penyerang tajam, dan gelandang kreatif yang bisa menciptakan peluang dari berbagai situasi.

    AC Milan, di sisi lain, terus membangun proyek jangka panjang mereka. Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman dari pilar senior, Milan menjadi salah satu kandidat kuat peraih scudetto musim ini. Bermain di San Siro pada laga pembuka membuat beban psikologis Como semakin besar.

    Bagi Idzes dan Audero, tantangan ini mungkin terlihat berat, tetapi justru inilah momen untuk menunjukkan kapasitas mereka.

    Antusiasme Fans Indonesia

    Keterlibatan pemain keturunan Indonesia di Serie A membuat atmosfer pertandingan semakin meriah, terutama bagi penggemar sepak bola tanah air. Jay Idzes yang sudah resmi menjadi bagian dari Timnas Indonesia menjadi simbol kebanggaan tersendiri. Banyak suporter yang akan menantikan aksinya melawan Napoli.

    Sementara itu, Emil Audero memang belum memutuskan untuk membela Timnas Garuda. Namun, darah keturunan Indonesia tetap membuatnya mendapat tempat istimewa di hati fans. Laga perdana melawan AC Milan akan menjadi salah satu pertandingan yang ditonton banyak penggemar Indonesia, bahkan di luar kalangan pendukung Como.

    Analisis Taktis Venezia vs Napoli

    Venezia kemungkinan besar akan mengadopsi gaya bertahan dengan blok rendah untuk meredam kecepatan serangan Napoli. Jay Idzes diperkirakan menjadi pemain kunci yang bertugas mengawal penyerang utama Napoli sekaligus mengorganisir lini belakang.

    Taktik serangan balik cepat bisa menjadi senjata Venezia. Dengan memanfaatkan ruang yang ditinggalkan bek Napoli ketika mereka menyerang, Venezia bisa mencuri peluang berbahaya. Namun, semua itu akan sia-sia jika pertahanan mereka tidak solid.

    Analisis Taktis Como vs AC Milan

    Como datang ke San Siro dengan status underdog. Mereka hampir pasti akan bermain lebih defensif dan mengandalkan kiper Emil Audero untuk menjaga gawang tetap aman selama mungkin. Peran Audero sangat vital, terutama dalam menghadapi crossing dan sepakan jarak jauh Milan.

    Milan diperkirakan akan menekan sejak menit awal dengan tempo tinggi. Como bisa mengandalkan serangan balik melalui kecepatan sayap untuk mencoba mencuri peluang. Jika bertahan terlalu dalam, mereka berisiko terus-menerus ditekan.

    Dampak Psikologis untuk Kedua Pemain

    Pekan pembuka selalu penuh tekanan, apalagi menghadapi lawan besar. Untuk Jay Idzes, tampil solid melawan Napoli akan memberi kepercayaan diri luar biasa sekaligus meningkatkan reputasinya sebagai bek tangguh di Serie A.

    Untuk Emil Audero, menjaga gawang Como di San Siro akan sangat menentukan. Jika ia mampu melakukan beberapa penyelamatan penting, bukan hanya Como yang akan diuntungkan, tetapi juga karier pribadinya yang bisa kembali bersinar.

    Prediksi dan Harapan

    Melihat kekuatan tim, Napoli dan AC Milan tentu lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan. Napoli punya pengalaman lebih matang di kompetisi Eropa, sementara Milan memiliki skuad dengan kedalaman luar biasa.

    Namun, sepak bola selalu penuh kejutan. Venezia bisa saja menahan imbang Napoli dengan pertahanan disiplin, sementara Como mungkin mampu mencuri gol melalui serangan balik cepat.

    Bagi publik Indonesia, performa individu Jay Idzes dan Emil Audero menjadi fokus utama. Kedua pemain ini membawa nama Indonesia di panggung besar, dan setiap penampilan mereka akan memberi kebanggaan tersendiri.

    Apa yang Bisa Diharapkan Musim Ini?

    Musim 2025/26 akan menjadi penentu arah karier Idzes dan Audero. Jika tampil konsisten, Idzes berpotensi dilirik klub papan tengah atau bahkan atas Serie A. Sementara Audero, dengan usia yang masih produktif untuk kiper, bisa mengembalikan reputasinya sebagai penjaga gawang andalan di Italia.

    Untuk Venezia, target realistis adalah bertahan di Serie A dan mungkin mengincar posisi di papan tengah. Sementara Como, dengan ambisi besar mereka, setidaknya harus berusaha menjauh dari zona degradasi.

    Kehadiran dua pemain keturunan Indonesia ini menambah warna dalam perjalanan mereka, sekaligus membuka jalan lebih luas bagi pemain Indonesia lainnya untuk berkarier di Eropa.

    Kesimpulan

    Pekan pembuka Serie A 2025/26 langsung menghadirkan ujian berat bagi Jay Idzes dan Emil Audero. Idzes akan memimpin lini belakang Venezia melawan Napoli, sementara Audero akan menjaga gawang Como dari gempuran AC Milan di San Siro.

    Laga ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang pembuktian diri. Bagi Idzes dan Audero, tampil gemilang di laga perdana bisa menjadi awal yang sempurna untuk musim panjang penuh tantangan.

  • Sassuolo Resmi Pinang Jay Idzes

    Sassuolo Resmi Pinang Jay Idzes

    Klub Serie A, Sassuolo Resmi Pinang Jay Idzes bek muda berbakat dari Venezia. Transfer ini menjadi salah satu langkah besar Sassuolo untuk memperkuat lini belakang menjelang kompetisi musim 2025/2026.

    Dengan biaya transfer yang mencapai sekitar €7 juta atau setara ratusan miliar rupiah, Sassuolo menunjukkan komitmennya dalam membangun tim yang kompetitif dengan pemain muda potensial.

    Profil Lengkap Jay Idzes

    • Nama Lengkap: Jay Idzes
    • Tanggal Lahir: 14 Januari 2001
    • Kewarganegaraan: Belanda
    • Posisi: Bek Tengah
    • Klub Sebelumnya: Venezia
    • Tinggi Badan: 1,87 m

    Jay Idzes dikenal sebagai bek dengan postur tinggi dan kuat, memiliki kemampuan membaca permainan yang baik, serta cekatan dalam melakukan intersep dan duel udara. Keahliannya dalam mengoper bola juga membuatnya cocok bermain dalam skema build-up dari belakang.

    Perjalanan Karier Jay Idzes

    Jay Idzes memulai kariernya di akademi PSV Eindhoven sebelum pindah ke Venezia. Selama di Venezia, ia mendapatkan kesempatan bermain reguler, meski klub tersebut mengalami tantangan berat di Serie B dan Serie A. Penampilannya yang konsisten membuat banyak klub Serie A, termasuk Sassuolo, melirik bakatnya.

    Detail Transfer dan Kontrak

    Sassuolo mendapatkan Jay Idzes dengan biaya transfer sekitar €7 juta, termasuk bonus yang dapat mencapai €1 juta tergantung performa. Kontrak yang ditawarkan berdurasi tiga tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun, memberikan kestabilan jangka panjang bagi pemain muda ini.

    Alasan Sassuolo Meminang Jay Idzes

    1. Meningkatkan Kualitas Lini Pertahanan:
      Sassuolo ingin memperbaiki performa pertahanan yang sebelumnya sering menjadi titik lemah. Idzes dianggap cocok untuk mengisi posisi bek tengah dengan gaya bermain modern.
    2. Potensi Pengembangan Jangka Panjang:
      Klub dikenal punya rekam jejak mengembangkan pemain muda dan memberikan mereka kesempatan tampil di Serie A.
    3. Kesesuaian Taktikal:
      Jay Idzes memiliki kemampuan bermain dengan bola yang baik, sesuai dengan filosofi Sassuolo yang menekankan penguasaan bola dan build-up dari lini belakang.

    Harapan dan Target Bersama Jay Idzes

    Sassuolo berharap Jay Idzes dapat langsung beradaptasi dan bersaing di tim utama. Ia diharapkan mampu membantu klub menjaga soliditas pertahanan sekaligus meningkatkan kualitas passing dari belakang.

    Bagi Idzes, transfer ini menjadi kesempatan besar untuk menunjukkan kualitasnya di level tertinggi sepak bola Italia dan memperkuat peluangnya masuk tim nasional Belanda di masa depan.

    Statistik Performa Jay Idzes di Venezia

    MusimLigaPenampilanGolAssistClean Sheet (pertahanan)Kartu KuningKartu Merah
    2023/2024Serie B32121050
    2024/2025Serie A2801840

    Dampak Transfer terhadap Sassuolo

    Kehadiran Jay Idzes diprediksi mampu memperbaiki kekuatan defensif Sassuolo yang musim sebelumnya cukup sering kebobolan. Dengan postur tinggi dan gaya bermain agresif tapi cerdas, Idzes bisa menjadi pilihan utama di jantung pertahanan.

    Reaksi Fans dan Media

    Fans Sassuolo menyambut positif transfer ini dengan antusias. Media Italia juga menyoroti langkah berani Sassuolo yang berani menggelontorkan dana besar untuk bek muda sekaligus berpotensi besar.

    Sassuolo Resmi Pinang Jay Idzes dengan biaya ratusan miliar rupiah menunjukkan ambisi klub untuk tetap kompetitif di Serie A melalui investasi pada pemain muda berkualitas. Dengan potensi dan skill yang dimiliki, Jay Idzes siap menjadi salah satu pilar penting di lini pertahanan Sassuolo musim ini dan masa depan.

  • Antisipasi Gagal Rekrut Emil Audero, Palermo Bidik Rekan Jay Idzes

    Antisipasi Gagal Rekrut Emil Audero, Palermo Bidik Rekan Jay Idzes

    Palermo bidik rekan Jay Idzes, apabila gagal rekrut Emil Auderol. Klub sedang memburu pengganti saat peluang permanen kontrak Audero menipis. Target utama kini berfokus pada dua penjaga gawang alternatif.

    Mereka risau karena masa pinjaman Emil Audero dari Como akan segera habis per 30 Juni 2025. Meskipun tampil stabil, logika klub sulit mempertahankan dia tanpa negosiasi ulang dengan Como.

    Hubungan Erat Audero dan Palermo

    Audero memang kiper terbaik Palermo musim lalu dan bahkan sempat bawa tim ke jalur playoff Serie A . Pelatih Filippo Inzaghi pun sejak awal memprioritaskan kontrak permanen untuknya.

    Riyadh Negosiasi Audero – Pinjaman Berujung Opsi Beli

    Palermo sempat usulkan klausul pinjaman dengan kewajiban beli jika promosi. Namun Como lebih menginginkan opsi jual langsung daripada ulang formula pinjaman gratis.

    Tantangan Keuangan Palermo

    Sebagai klub Serie B, mereka harus bijak anggaran. Mereka tidak bisa jor-joran, sehingga perekrutan Audero harus seefektif mungkin—dan solusi cadangan perlu diantisipasi sejak sekarang.

    Dua opsi potensial muncul:

    • Devis Vasquez: Kiper Kolombia yang sebelumnya tampil untuk Empoli sebagai pinjaman AC Milan
    • Jesse Joronen: Kiper Finlandia yang cukup berpengalaman di Serie A
      Palermo mulai mengarahkan radar transfer ke nama-nama ini sebagai backup strategi.

    Alasan Memilih Vasquez dan Joronen

    Kedua nama disebut memiliki tarif lebih terjangkau dan track record di Italia. Vasquez dinilai tangguh mumpuni di Serie B, sementara Joronen punya pengalaman Serie A. Hal ini jadi cupu realistis dibandingkan Audero dalam hal biaya.

    Inzaghi sangat mengutamakan posisi kiper sebagai fondasi tim. Jika Audero batal, pengganti harus siap menjadi patokan utama musim depan.

    Jay Idzes, bek keturunan Indonesia, akan kembali di Serie A jika Palermo promosi. Namun, jika target kiper gagal dan klub tidak mampu penuhi opsi beli, ini bisa memperlemah stabilitas bertahan tim. Audero dan Idzes jadi duet penting.

    Skema Transfer Palermo Musim Panas Ini

    1. Perpanjangan Audero – opsi nyata jika Como setuju
    2. Tawar Vasquez atau Joronen – langkah antisifatik
    3. Evaluasi kebutuhan kiper – kemungkinan pinjaman atau kontrak singkat
      Mereka tengah susun strategi terbaik untuk amankan posisi kiper di Serie B dan target promosi.

    Kesimpulan

    • Palermo harus siapkan rencana “B” karena negosiasi Audero belum pasti.
    • Devis Vasquez dan Jesse Joronen jadi kandidat realistis dan hemat biaya.
    • Inzaghi ingin kiper stabil demi keberhasilan promosi.
    • Masa depan Jay Idzes berkaitan erat dengan keputusan kiper Palermo.
bahisliongalabet1xbet