Transfer Alvaro Morata Hampir Batal ke klub promosi Serie A, Como 1907, nyaris batal di detik-detik akhir. Klub dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia. Terpaksa harus membayar dua klub sekaligus untuk menyelesaikan transfer sang striker Spanyol secara resmi.
Kepindahan Morata sejatinya telah diumumkan secara resmi beberapa hari lalu, dan sempat menjadi berita utama media sepak bola Eropa. Karena status Como yang masih tergolong “pendatang baru” di Serie A. Namun, belakangan terungkap bahwa proses administrasi dan hak kepemilikan pemain ternyata jauh lebih rumit dari yang dikira.
Masalah Hak Ekonomi Ganda: Atletico Madrid dan Juventus
Menurut laporan dari media Italia dan Spanyol akar permasalahan terletak pada hak ekonomi dan sisa klausul transfer. Morata sebelumnya antara Atletico Madrid dan Juventus.
Morata terakhir kali tercatat bermain untuk Atletico Madrid. Tetapi dalam kesepakatan pinjaman sebelumnya ke Juventus. Ternyata masih terdapat klausul finansial terkait hak pembelian dan bonus performa yang belum diselesaikan secara penuh. Hal ini menimbulkan kebingungan administratif yang menyebabkan Como harus melakukan negosiasi ulang dengan kedua klub besar tersebut.
Akhirnya, untuk menyelesaikan transfer secara tuntas dan legal, Como harus setuju membayar sebagian kompensasi ke Juventus, meskipun mereka membeli Morata langsung dari Atletico Madrid. Situasi ini disebut sebagai kasus yang langka namun tidak asing dalam dunia transfer modern.
Como Ambisius di Serie A, Pemilik Indonesia Turun Tangan
Como 1907 bukan klub biasa. Di balik promosi mereka ke Serie A, terdapat investasi besar dari sejumlah tokoh ternama Indonesia. Salah satunya adalah Dennis Wise (eks Chelsea) sebagai direktur olahraga, dan juga pengusaha Indonesia yang dikaitkan kuat dengan struktur pemilik—Didiet Prasetyo, serta nama-nama seperti Djarum Group yang sering disebut terlibat.
Melihat potensi kegagalan transfer Morata, pihak pemilik kabarnya langsung turun tangan untuk menyuntik dana tambahan, memastikan kesepakatan tetap berjalan.
Sumber dalam klub menyebutkan bahwa pihak manajemen tidak ingin transfer ini gagal karena Morata adalah bagian penting dari proyek jangka panjang Como untuk bertahan dan berkembang di Serie A.
Debut Morata Ditunda, Tapi Resmi Terdaftar
Akibat masalah ini, debut Morata yang seharusnya terjadi dalam laga uji coba melawan Parma pekan lalu harus ditunda. Namun kini, setelah proses administrasi rampung dan pembayaran ke dua klub diselesaikan, Morata sudah resmi terdaftar sebagai pemain Como untuk musim 2025/2026.
Pihak klub mengeluarkan pernyataan resmi:
“Kami senang dapat menyambut Alvaro Morata sebagai bagian dari keluarga Como. Proses transfernya memang kompleks, tapi kami percaya kualitas dan pengalamannya akan membawa Como ke level yang lebih tinggi.”
Publik dan Pengamat: Transfer Gila tapi Berani
Kepindahan pemain sekelas Morata ke klub promosi memang dinilai sebagai langkah gila, namun berani. Morata, yang memiliki segudang pengalaman di klub top seperti Real Madrid, Juventus, Chelsea, dan Atletico Madrid, jelas punya nilai jual dan kualitas tinggi.
Analis sepak bola Italia bahkan menyebut bahwa kedatangan Morata ke Como bisa menjadi “game changer” bagi Serie A, karena memperkuat daya tarik liga, sekaligus menandai bangkitnya klub-klub kecil dengan ambisi besar.
Beberapa menyamakan langkah ini dengan apa yang dilakukan klub seperti Parma atau Fiorentina di awal 2000-an saat membeli pemain bintang untuk membangun fondasi yang kuat.
Gaji Morata dan Proyek Besar Como
Morata kabarnya menerima gaji sebesar €3 juta per musim, angka yang cukup tinggi untuk klub seperti Como. Namun kesepakatan sponsor dan potensi komersial dari kehadiran Morata dianggap bisa menutup biaya itu dalam jangka menengah.
Morata sendiri dalam wawancara pertamanya sebagai pemain Como menyebut:
“Saya datang bukan karena uang. Saya ingin berkontribusi membangun sesuatu yang spesial di sini. Como punya proyek ambisius dan saya ingin jadi bagian dari itu.”
Transfer Berisiko, Tapi Bisa Jadi Langkah Emas
Transfer Alvaro Morata Hampir Batal ke Como memang tidak berjalan mulus, tapi klub milik orang Indonesia itu berhasil menyelesaikan semuanya dengan cerdas dan cepat. Membayar dua klub untuk satu pemain tentu bukan hal biasa, namun ini menunjukkan bahwa Como serius dalam membangun masa depan mereka di Serie A.

