Tag: AS Roma

  • Prediksi AS Roma vs Hellas Verona 28 September 2025: Ujian Konsistensi Giallorossi

    Prediksi AS Roma vs Hellas Verona 28 September 2025: Ujian Konsistensi Giallorossi

    Prediksi AS Roma vs Hellas Verona 28 September 2025 akan menjadi sorotan utama di lanjutan Serie A 2025/26. Laga yang berlangsung di Stadio Olimpico ini diprediksi menjadi ajang penting bagi Giallorossi untuk mengamankan posisi di papan atas, sekaligus membuktikan konsistensi permainan mereka. Verona sendiri datang dengan semangat tinggi meski di atas kertas kualitas tim masih berada di bawah Roma.

    Kondisi Terkini AS Roma

    AS Roma tampil impresif di beberapa laga terakhir, terutama setelah menemukan ritme permainan di bawah arahan pelatih baru. Kreativitas lini tengah yang dipimpin oleh Lorenzo Pellegrini menjadi senjata utama Roma. Kehadiran Paulo Dybala dan Tammy Abraham di lini depan juga memberi variasi serangan yang berbahaya.

    Roma juga diuntungkan dengan dukungan penuh tifosi di Olimpico. Namun, konsistensi lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah, terutama menghadapi tim yang mengandalkan serangan balik cepat seperti Verona.

    Performa Hellas Verona

    Hellas Verona datang ke ibu kota Italia dengan status tim kuda hitam. Meski kerap kesulitan menghadapi tim besar, Verona mampu memberikan kejutan lewat pressing ketat dan kecepatan para penyerangnya. Federico Bonazzoli dan Milan Djuric bisa menjadi ancaman nyata jika Roma lengah.

    Meski begitu, rekor tandang Verona ke Olimpico tidak terlalu meyakinkan. Mereka jarang meraih poin penuh di kandang Roma, sehingga harus bermain lebih disiplin untuk bisa mencuri hasil.

    Rekor Pertemuan AS Roma vs Hellas Verona

    Dalam lima pertemuan terakhir, AS Roma lebih dominan dengan tiga kemenangan, sementara Verona hanya sekali menang dan satu laga sisanya berakhir imbang. Musim lalu, Roma berhasil mengatasi Verona di Olimpico, namun sempat kesulitan ketika bermain tandang ke Marcantonio Bentegodi.

    Prediksi Susunan Pemain

    AS Roma (4-2-3-1):
    Rui Patricio; Karsdorp, Mancini, Ndicka, Spinazzola; Cristante, Paredes; Dybala, Pellegrini, El Shaarawy; Abraham.

    Hellas Verona (3-4-2-1):
    Montipò; Magnani, Coppola, Dawidowicz; Faraoni, Hongla, Serdar, Lazovic; Suslov, Bonazzoli; Djuric.

    Kunci Pertandingan

    • Kreativitas Dybala dan Pellegrini akan sangat menentukan alur serangan Roma.
    • Disiplin bertahan Verona wajib terjaga bila ingin mencuri poin di Olimpico.
    • Efektivitas finishing Abraham vs Djuric, siapa yang lebih tajam bisa jadi pembeda hasil akhir.

    Prediksi Skor AS Roma vs Hellas Verona

    Bermain di kandang sendiri dengan kualitas skuad yang lebih mumpuni, Roma diprediksi akan mendominasi jalannya pertandingan. Namun, Verona tidak akan menyerah begitu saja dan berpotensi memberi kejutan lewat serangan balik.

    Prediksi skor akhir: AS Roma 2-1 Hellas Verona

    Roma diyakini bisa menjaga momentum kemenangan, meski Verona mampu memberikan perlawanan sengit.

  • Hasil Drawing 16 Besar Coppa Italia: Milan Ketemu Lazio, Siapa Lawan Juventus dan Napoli?

    Hasil Drawing 16 Besar Coppa Italia: Milan Ketemu Lazio, Siapa Lawan Juventus dan Napoli?

    Babak 16 besar Coppa Italia musim 2025 resmi digelar dengan hasil drawing yang menghadirkan sejumlah laga besar. AC Milan dipastikan bertemu Lazio dalam duel klasik yang sarat gengsi, sementara Juventus dan Napoli juga mendapat lawan menarik dalam perjalanan mereka menuju perempat final.

    AC Milan vs Lazio: Pertarungan Klasik di Coppa Italia

    Drawing Coppa Italia kali ini langsung menyajikan big match di fase 16 besar. AC Milan harus berhadapan dengan Lazio, laga yang dipastikan berlangsung ketat. Milan yang tengah konsisten di Serie A tentu berambisi melanjutkan tren positif di ajang piala domestik.

    Namun, Lazio bukan lawan enteng. Pasukan Biancocelesti kerap tampil mengejutkan di kompetisi ini dan punya catatan impresif dalam menghadapi tim besar. Duel Milan vs Lazio pun diprediksi akan berlangsung dengan intensitas tinggi, mengingat kedua tim sama-sama memiliki misi kuat untuk meraih trofi.

    Juventus Mendapat Lawan Potensial

    Pertanyaan besar dari hasil drawing adalah siapa lawan Juventus. Si Nyonya Tua dipastikan menghadapi tim yang datang dari jalur babak sebelumnya, dan kali ini mereka bertemu Fiorentina. Laga ini dipastikan membawa atmosfer panas karena rivalitas panjang antara kedua klub.

    Juventus akan mengandalkan kedalaman skuad dan pengalaman untuk menyingkirkan La Viola. Meski begitu, Fiorentina diyakini bakal tampil tanpa beban dan berpotensi menyulitkan tim asuhan manajer anyar Bianconeri.

    Napoli Hadapi Lawan Tangguh

    Napoli juga tak mendapat undian mudah. Partenopei dijadwalkan melawan Atalanta, salah satu tim paling berbahaya di Italia dalam beberapa tahun terakhir. Gaya permainan agresif Atalanta bisa menjadi ujian berat bagi lini pertahanan Napoli yang terkadang masih inkonsisten.

    Pertandingan ini akan menarik perhatian banyak penggemar karena kedua tim dikenal sama-sama bermain ofensif. Napoli ingin menjaga reputasi mereka sebagai tim papan atas Serie A, sedangkan Atalanta bertekad menunjukkan konsistensi di ajang piala domestik.

    Potensi Laga Panas Lainnya

    Selain tiga laga utama yang jadi sorotan, hasil drawing 16 besar Coppa Italia juga menghadirkan sejumlah duel seru lainnya. Inter Milan akan bertemu Torino, sementara AS Roma akan menghadapi Bologna. Kedua laga ini juga berpotensi menghadirkan kejutan, terutama karena Torino dan Bologna sering tampil sebagai kuda hitam.

    Jadwal dan Ekspektasi Publik

    Pertandingan babak 16 besar Coppa Italia dijadwalkan berlangsung pada bulan Januari 2026. Dengan jadwal padat Serie A dan kompetisi Eropa, para pelatih harus pintar melakukan rotasi agar tim tetap kompetitif.

    Publik Italia kini menantikan siapa yang akan melangkah ke perempat final. Dengan adanya big match seperti AC Milan vs Lazio, Juventus vs Fiorentina, dan Napoli vs Atalanta, Coppa Italia musim ini dipastikan menghadirkan drama yang tak kalah menarik dibandingkan Serie A.

  • Lazio Lagi Terpuruk, Pedro Justru Sebut Derby della Capitale Momen Sempurna untuk Bangkit!

    Lazio Lagi Terpuruk, Pedro Justru Sebut Derby della Capitale Momen Sempurna untuk Bangkit!

    Lazio lagi terpuruk di awal musim Serie A, membuat atmosfer jelang Derby della Capitale semakin menegangkan. Pertemuan melawan AS Roma bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga gengsi, kebanggaan, dan identitas kota Roma. Meski dalam kondisi sulit, Pedro justru menilai laga ini sebagai momen sempurna bagi Biancoceleste untuk bangkit.

    Lazio Lagi Terpuruk di Awal Musim

    Lazio menjalani awal musim Serie A dengan performa yang jauh dari ekspektasi. Beberapa kekalahan mengejutkan membuat posisi mereka terpuruk di papan tengah klasemen. Inkonsistensi permainan, lemahnya koordinasi lini belakang, serta kurang tajamnya serangan menjadi masalah utama yang belum teratasi.

    Kehilangan beberapa pemain kunci pada bursa transfer lalu juga memberi dampak signifikan. Meski klub mendatangkan sejumlah pengganti, adaptasi berjalan lambat. Para penggemar pun mulai mempertanyakan arah tim di bawah pelatih baru.

    Pedro Lihat Derby della Capitale sebagai Momen Spesial

    Di tengah tekanan, Pedro yang berstatus sebagai salah satu pemain senior justru mengajak rekan-rekannya untuk menjadikan Derby della Capitale sebagai titik balik. Menurutnya, pertandingan melawan Roma tidak pernah sekadar laga biasa.

    Pedro mengatakan bahwa derby selalu memberi energi berbeda. Atmosfer stadion yang penuh gairah, dukungan fans yang bergemuruh, hingga rivalitas historis membuat para pemain otomatis tampil dengan motivasi lebih tinggi. Bagi mantan pemain Barcelona dan Chelsea itu, inilah kesempatan terbaik bagi Lazio untuk keluar dari keterpurukan.

    Rivalitas Panas Lazio vs Roma

    Derby della Capitale memiliki sejarah panjang dan kerap melahirkan momen dramatis. Sejak pertama kali digelar pada tahun 1929, pertandingan ini selalu dipenuhi tensi tinggi. Bentrokan di tribun, drama di lapangan, hingga gol-gol bersejarah menjadi bagian tak terpisahkan dari rivalitas ini.

    Bagi Lazio, kemenangan dalam derby tidak hanya berarti tiga poin. Itu adalah cara untuk menunjukkan dominasi di ibu kota Italia. Oleh karena itu, setiap pemain yang mengenakan jersey biru muda wajib mengerahkan segalanya.

    Tekanan Besar untuk Pelatih dan Pemain

    Situasi saat ini membuat Derby della Capitale terasa semakin menentukan. Jika Lazio gagal meraih hasil positif, tekanan terhadap pelatih Marco Baroni bisa memuncak. Rumor mengenai kemungkinan perubahan di kursi kepelatihan bahkan sudah mulai beredar di media lokal.

    Para pemain pun sadar betul bahwa performa mereka menjadi sorotan. Dukungan tifosi setia Biancoceleste sangat besar, tetapi kesabaran mereka memiliki batas. Derby bisa menjadi kesempatan emas untuk merebut kembali hati para penggemar.

    Kekuatan Pedro di Laga Besar

    Pedro dikenal sebagai pemain yang mampu tampil brilian di laga-laga besar. Pengalaman panjangnya di level tertinggi bersama Barcelona, Chelsea, hingga timnas Spanyol membuatnya terbiasa menghadapi tekanan.

    Di usianya yang sudah tidak muda, kontribusi Pedro bukan hanya dari sisi teknis. Kepemimpinannya di ruang ganti serta motivasinya di lapangan menjadikan dirinya salah satu figur penting di skuad Lazio. Tak heran jika ia menilai derby sebagai titik balik yang realistis.

    Roma dalam Performa Lebih Baik

    Di sisi lain, AS Roma datang ke derby dengan kondisi lebih stabil. Meskipun tidak selalu konsisten, mereka tetap berada di jalur persaingan papan atas. Kehadiran Paulo Dybala, Tammy Abraham yang sudah kembali bugar, serta solidnya lini tengah memberi mereka keunggulan tersendiri.

    Namun, derby kerap melahirkan kejutan. Statistik dan tren performa tidak selalu berperan besar dalam pertandingan ini. Lazio bisa saja bangkit jika mereka mampu mengalihkan tekanan menjadi motivasi.

    Dukungan Fans Bisa Jadi Senjata Utama

    Stadio Olimpico akan kembali terbagi menjadi dua lautan warna: biru muda Lazio dan merah kuning Roma. Dukungan tifosi di pertandingan seperti ini seringkali mempengaruhi jalannya laga.

    Pedro menyadari betul bahwa suara dukungan dari tribun dapat memberi tambahan energi bagi para pemain. Jika Lazio tampil dengan determinasi penuh, atmosfer derby bisa membantu mereka mengalahkan Roma meskipun datang sebagai underdog.

    Prediksi Pertandingan Derby della Capitale

    Menghadapi derby dengan kondisi terpuruk jelas bukan hal mudah. Namun, seperti yang dikatakan Pedro, inilah kesempatan emas untuk bangkit. Lazio akan mengandalkan Pedro, Luis Alberto, dan Ciro Immobile untuk memimpin serangan. Sementara Roma diprediksi tetap mengandalkan kreativitas Dybala serta ketajaman Abraham.

    Pertarungan lini tengah kemungkinan akan menjadi kunci. Jika Lazio mampu menguasai bola dan menekan sejak awal, peluang mereka terbuka lebar. Sebaliknya, Roma bisa memanfaatkan kelemahan pertahanan Lazio untuk mencetak gol cepat.

    Derby sebagai Titik Balik Lazio?

    Bagi Pedro dan rekan-rekannya, Derby della Capitale bukan sekadar laga penuh rivalitas. Ini adalah kesempatan untuk mengubah arah musim, memperbaiki hubungan dengan fans, sekaligus membuktikan bahwa Lazio lagi terpuruk tetap masih pantas diperhitungkan di Serie A.

    Apakah derby ini akan benar-benar menjadi titik balik Lazio? Jawabannya hanya bisa ditentukan di lapangan. Namun satu hal pasti: semangat yang dibawa Pedro bisa menjadi inspirasi bagi seluruh tim untuk bangkit di momen terpenting musim ini.

  • Liga Italia Serie A: Sejarah, Tim, dan Dinamika Kompetisi

    Liga Italia Serie A: Sejarah, Tim, dan Dinamika Kompetisi

    Liga Italia Serie A, atau yang lebih dikenal dengan Serie A, merupakan salah satu kompetisi sepak bola paling bergengsi di Eropa dan dunia. Sejak didirikan pada tahun 1898, Serie A telah menjadi panggung bagi klub-klub elit Italia untuk menampilkan kualitas permainan, strategi, dan talenta pemain yang luar biasa. Artikel ini akan membahas sejarah, tim-tim utama, format kompetisi, hingga perkembangan terkini di Serie A.

    Sejarah Liga Italia Serie A

    Serie A lahir dari penyatuan beberapa kompetisi regional di Italia pada awal abad ke-20. Awalnya, kompetisi ini menggunakan format turnamen regional, namun sejak musim 1929–1930, Serie A mengadopsi format liga nasional dengan sistem round-robin. Klub-klub besar seperti Juventus, AC Milan, dan Inter Milan menjadi ikon sejarah kompetisi ini karena dominasi mereka dalam meraih gelar juara.

    Seiring waktu, Serie A dikenal sebagai liga yang menonjolkan taktik defensif melalui gaya catenaccio, tetapi juga menjadi tempat lahirnya pemain-pemain legendaris seperti Paolo Maldini, Alessandro Del Piero, dan Francesco Totti.

    Klub-klub Teratas di Serie A

    Serie A dihuni oleh 20 klub papan atas Italia yang bersaing memperebutkan gelar juara setiap musimnya. Beberapa klub paling terkenal antara lain:

    • Juventus – Klub yang mendominasi Serie A dengan gelar terbanyak, terkenal dengan filosofi permainan solid dan pemain bintang internasional.
    • AC Milan – Juara Eropa berkali-kali, klub ini dikenal dengan kombinasi taktik defensif dan serangan cepat.
    • Inter Milan – Rival utama AC Milan dan Juventus, Inter memiliki sejarah panjang dalam meraih kesuksesan domestik dan internasional.
    • AS Roma & Lazio – Klub Roma memiliki basis penggemar loyal dan sering bersaing ketat di papan atas.

    Selain itu, klub-klub seperti Napoli, Fiorentina, dan Atalanta juga semakin menunjukkan kualitas permainan yang kompetitif, terutama dalam beberapa musim terakhir.

    Format Kompetisi Serie A

    Setiap musim Serie A diikuti oleh 20 klub yang bermain dengan sistem home-and-away, menghasilkan total 38 pertandingan per tim. Sistem poin yang diterapkan adalah:

    • Menang: 3 poin
    • Seri: 1 poin
    • Kalah: 0 poin

    Juara Serie A ditentukan oleh tim dengan poin tertinggi di akhir musim. Sementara itu, klub-klub di posisi terbawah harus menghadapi degradasi ke Serie B, liga tingkat kedua Italia. Selain itu, posisi papan atas menentukan klub yang lolos ke kompetisi Eropa seperti Liga Champions UEFA dan Liga Europa UEFA.

    Pemain dan Taktik Terkenal di Serie A

    Serie A dikenal sebagai liga yang sarat dengan strategi dan taktik. Sejak era klasik hingga era modern, banyak pelatih legendaris seperti Arrigo Sacchi, Marcello Lippi, dan Carlo Ancelotti membawa perubahan besar dalam gaya permainan Italia.

    Beberapa pemain bintang internasional yang memperkuat Serie A termasuk Cristiano Ronaldo, Zlatan Ibrahimović, dan Romelu Lukaku. Pemain lokal Italia seperti Marco Verratti, Federico Chiesa, dan Ciro Immobile juga menjadi pilar penting bagi tim mereka masing-masing.

    Tren dan Perkembangan Terkini

    Dalam beberapa tahun terakhir, Serie A mengalami modernisasi signifikan. Investasi dari pemilik klub internasional, teknologi VAR, serta pengembangan akademi pemain muda meningkatkan kualitas liga. Serie A juga semakin menarik perhatian global berkat tayangan internasional dan keterlibatan media digital.

    Klub-klub Italia kini lebih agresif dalam membidik pemain muda berbakat dari seluruh dunia, sehingga kompetisi semakin kompetitif dan menarik untuk diikuti penggemar sepak bola global.

    Prospek Masa Depan Serie A

    Dengan dukungan finansial, strategi modern, dan regenerasi pemain muda, Serie A diprediksi akan terus bersaing dengan liga-liga top Eropa lainnya seperti Premier League, La Liga, dan Bundesliga. Liga ini tetap menjadi magnet bagi pemain top dan penggemar sepak bola yang mengapresiasi kombinasi taktik cerdas dan permainan teknis.

  • Gianluigi Buffon Kritik Serie A: Dari Liga Elite Jadi Batu Loncatan Pemain

    Gianluigi Buffon Kritik Serie A: Dari Liga Elite Jadi Batu Loncatan Pemain

    Kritik Pedas Buffon terhadap Serie A

    Legenda sepak bola Italia, Gianluigi Buffon, kembali membuat sorotan setelah mengkritik kondisi kompetisi Serie A saat ini. Dalam sebuah wawancara, Buffon menyoroti bahwa Serie A tidak lagi dipandang sebagai liga tujuan utama bagi para pemain bintang, melainkan hanya sebagai batu loncatan sebelum mereka pindah ke liga-liga yang dianggap lebih kompetitif. Baginya, hal ini merupakan penurunan kualitas yang signifikan dibandingkan era kejayaannya.

    Serie A Dulu dan Sekarang

    Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, Serie A dikenal sebagai liga terbaik di dunia. Klub-klub Italia seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus, dan AS Roma selalu menjadi magnet bagi pemain top Eropa maupun Amerika Selatan. Nama-nama besar seperti Ronaldo Nazário, Zinedine Zidane, Pavel Nedvěd, hingga Kaká pernah menghiasi lapangan Serie A. Namun, kini kondisi itu jauh berbeda. Banyak pemain muda menjadikan Serie A hanya sebagai batu pijakan untuk meniti karier sebelum berlabuh ke Liga Inggris, Spanyol, atau Jerman.

    Faktor Finansial Jadi Penyebab

    Buffon menilai masalah utama yang membuat Serie A kehilangan daya tarik adalah faktor finansial. Klub-klub Italia kalah jauh dibandingkan klub Premier League yang mampu menggelontorkan dana besar untuk belanja pemain. Hak siar yang jauh lebih rendah juga membuat daya saing Serie A menurun. Akibatnya, talenta besar lebih memilih bermain di luar Italia untuk mendapatkan gaji lebih tinggi dan kesempatan bersaing di level tertinggi.

    Dampak Bagi Tim Nasional Italia

    Kondisi Serie A yang menurun ini juga berdampak langsung pada kualitas Tim Nasional Italia. Minimnya persaingan ketat di liga domestik membuat para pemain kurang terasah menghadapi atmosfer pertandingan kelas dunia. Tidak heran jika Italia sempat gagal lolos ke dua edisi Piala Dunia berturut-turut. Buffon menegaskan bahwa regenerasi pemain hanya akan berjalan baik jika kompetisi domestik memiliki standar tinggi.

    Klub Italia Masih Bisa Bersaing di Eropa

    Meski begitu, Buffon tetap mengakui bahwa beberapa klub Italia masih bisa bersaing di pentas Eropa. Contohnya, Inter Milan dan AS Roma yang berhasil menembus final kompetisi UEFA dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya keberhasilan tersebut lebih karena strategi dan mentalitas, bukan kekuatan finansial seperti klub-klub Inggris. Hal ini menandakan Serie A masih punya identitas, tetapi tidak lagi menjadi pusat perhatian global.

    Buffon Mendorong Reformasi

    Sebagai sosok yang sangat dihormati di Italia, Buffon mendorong adanya reformasi besar dalam pengelolaan Serie A. Ia menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas stadion, dan pengelolaan finansial yang lebih sehat. Dengan begitu, Serie A bisa kembali menarik pemain top dunia, bukan sekadar menjadi persinggahan sementara bagi mereka.

    Tantangan Menghadapi Dominasi Premier League

    Saat ini, Premier League menjadi kompetisi paling dominan di dunia, baik dari segi finansial maupun popularitas. Buffon mengingatkan bahwa jika Serie A tidak segera berbenah, maka jurang perbedaan dengan liga lain akan semakin lebar. Klub-klub Italia bisa terus hidup di bayang-bayang kejayaan masa lalu tanpa pernah benar-benar bangkit.

    Warisan Buffon untuk Sepak Bola Italia

    Sebagai pemain yang merasakan langsung kejayaan dan kemunduran Serie A,Gianluigi Buffon Kritik Serie A bukanlah sekadar keluhan. Ia ingin membuka mata para pemangku kepentingan bahwa Serie A harus beradaptasi dengan perubahan zaman. Warisannya bukan hanya trofi dan penampilan gemilang di lapangan, tetapi juga suara kritis yang terus mengingatkan bahwa Buffon Kritik Serie A adalah panggilan untuk membangkitkan kembali harga diri sepak bola Italia.

  • Gebrakan Gila AS Roma! Borong Jadon Sancho dan Leon Bailey Sekaligus?

    Gebrakan Gila AS Roma! Borong Jadon Sancho dan Leon Bailey Sekaligus?

    AS Roma borong Jadon Sancho dan Leon Bailey menjadi isu panas di bursa transfer musim panas 2025. Klub ibu kota Italia itu dilaporkan tengah menyiapkan gebrakan gila dengan mendatangkan dua winger top Eropa sekaligus. Jika benar terealisasi, langkah besar ini bisa mengubah wajah lini serang Roma dan menjadikan mereka ancaman nyata di Serie A maupun Liga Champions.

    Ambisi Besar AS Roma di Bursa Transfer

    Sejak kedatangan Daniele De Rossi, ambisi AS Roma semakin terlihat jelas. Klub ingin keluar dari bayang-bayang Juventus, Inter, dan AC Milan. Langkah berani AS Roma borong Jadon Sancho dan Leon Bailey adalah bukti bahwa manajemen tidak ragu menginvestasikan kekuatan besar demi memperkuat skuad. De Rossi menilai sektor sayap adalah titik yang harus ditingkatkan agar Roma bisa tampil konsisten di kompetisi domestik maupun Eropa.

    Jadon Sancho, Bintang yang Ingin Bangkit

    Jadon Sancho sempat menjadi salah satu winger paling menjanjikan di Eropa saat masih berseragam Borussia Dortmund. Namun, sejak bergabung dengan Manchester United, performanya naik turun dan dipenuhi drama internal. Musim lalu, ia dipinjamkan kembali ke Dortmund untuk menemukan kepercayaan dirinya.

    Kini, masa depannya masih samar, dan AS Roma melihat peluang emas. Dengan rencana AS Roma borong Jadon Sancho dan Leon Bailey, Sancho bisa menemukan kembali panggung terbaiknya. Ia diproyeksikan sebagai penggerak utama serangan Roma, memadukan kecepatan dan kreativitas yang sulit dihentikan lawan.

    Leon Bailey, Senjata Kecepatan dari Aston Villa

    Sementara itu, Leon Bailey tampil impresif bersama Aston Villa di Premier League. Winger asal Jamaika ini dikenal dengan kecepatan luar biasa, dribbling tajam, dan naluri mencetak gol yang mumpuni. Di bawah asuhan Unai Emery, Bailey sempat jadi pemain kunci dalam membawa Villa bersaing di papan atas Liga Inggris.

    Namun, ketertarikan Roma bisa jadi peluang baru bagi Bailey untuk menjajal Serie A. Dengan gaya bermain yang eksplosif, ia bisa menjadi pasangan ideal bagi Sancho, sekaligus menambah variasi serangan Roma yang sebelumnya terlalu bergantung pada Paulo Dybala.

    Dampak Duo Sancho dan Bailey untuk Roma

    Jika Roma benar-benar berhasil mendatangkan kedua pemain ini sekaligus, efeknya bisa sangat besar. Lini serang Roma akan memiliki kombinasi kecepatan, kreativitas, dan finishing yang sulit dihentikan. Bayangkan Sancho di sisi kiri, Bailey di kanan, dan Dybala sebagai penyerang bayangan di belakang Tammy Abraham atau Andrea Belotti. Komposisi ini bisa membuat Roma menjadi salah satu tim paling berbahaya di Italia.

    Selain itu, kehadiran Sancho dan Bailey akan meningkatkan nilai komersial Roma. Nama besar Sancho dan popularitas Bailey di Premier League tentu akan mendongkrak citra klub, baik di dalam negeri maupun internasional.

    Tantangan Finansial dan Negosiasi

    Meski terdengar spektakuler, transfer ganda ini tentu bukan perkara mudah. Harga Sancho masih cukup tinggi meski United ingin melepasnya, sementara Bailey juga tak akan dilepas murah oleh Aston Villa. Roma harus pandai mengatur strategi finansial, termasuk kemungkinan menawarkan skema pinjaman dengan opsi beli atau memanfaatkan penjualan beberapa pemain untuk menutup biaya transfer.

    Selain itu, negosiasi gaji juga bisa menjadi tantangan besar. Sancho memiliki bayaran tinggi di United, dan Bailey juga digaji cukup besar di Premier League. Roma perlu mencari jalan tengah agar kedua pemain bersedia bergabung tanpa mengganggu struktur gaji tim.

    Gebrakan atau Sekadar Rumor?

    Belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS Roma maupun klub pemilik kedua pemain tersebut. Namun, rumor ini sudah cukup untuk memanaskan bursa transfer musim panas 2025. Banyak yang menilai langkah gila ini bisa menjadi sinyal bahwa Roma benar-benar ingin keluar dari bayang-bayang Juventus, Inter Milan, dan AC Milan.

    Jika berhasil, transfer ini bisa menjadi salah satu kejutan terbesar di Serie A musim ini. Namun, jika gagal, Roma tetap akan mendapat sorotan sebagai klub yang berani bermimpi besar.

    Penutup

    Gebrakan AS Roma dengan rencana memborong Jadon Sancho dan Leon Bailey sekaligus jelas bukan sekadar wacana biasa. Ambisi besar ini menunjukkan bahwa Roma mulai menyiapkan diri untuk masuk ke jajaran elite Eropa. Kini, tinggal menunggu apakah manajemen Giallorossi benar-benar bisa merealisasikan transfer spektakuler ini, ataukah hanya akan menjadi salah satu rumor panas yang meramaikan musim panas.

  • AS Roma Dapat Lampu Hijau untuk Boyong Pemain MU Ini

    AS Roma Dapat Lampu Hijau untuk Boyong Pemain MU Ini

    AS Roma Dapat Lampu Hijau dari Manchester United untuk mendekati salah satu pemainnya yang tengah masuk daftar transfer musim panas 2025. Kabar ini menjadi sorotan publik Eropa, karena membuka jalan bagi negosiasi serius yang bisa memperkuat lini tengah Roma musim depan.

    AS Roma dan Strategi Transfer Musim Panas 2025

    Tim ibu kota Italia kini berada di bawah manajemen Jose Mourinho, yang dikenal ambisius di pasar transfer. Fokus Roma musim panas 2025 tidak hanya menambah amunisi, tetapi juga memperkuat lini tengah, kunci performa tim. Lampu hijau dari MU menandai keberhasilan fase pendekatan atau PDKT yang dilakukan Roma.

    Mourinho, yang terkenal dengan ketajaman strategi transfernya, diyakini telah memainkan peran penting dalam meyakinkan manajemen Roma untuk mengincar pemain ini. Dengan rekam jejak sukses dalam mengelola bintang-bintang besar, Roma berharap dapat menambahkan kualitas baru yang mampu memberi dampak langsung di Serie A maupun kompetisi Eropa.

    Siapa Pemain MU yang Jadi Target Roma?

    Pemain yang menjadi incaran klub Roma adalah gelandang serba bisa dari Manchester United. Identitasnya belum diumumkan resmi, namun laporan media Eropa menyebutkan kemampuan mengatur tempo permainan, distribusi bola akurat, dan pengalaman bermain di Liga Champions.

    Keunggulan utama pemain ini adalah fleksibilitasnya. Tidak hanya bisa bermain di lini tengah, ia juga mampu turun ke posisi lebih defensif atau naik ke lini serang jika dibutuhkan. Karakter ini sesuai dengan filosofi Mourinho yang menginginkan tim yang adaptif, tangguh di lini tengah, dan mampu mencetak gol dari berbagai posisi.

    Selain kemampuan teknis, faktor usia juga menjadi pertimbangan Roma. Dengan usia yang ideal untuk performa puncak, pemain ini diyakini akan menjadi aset jangka panjang bagi Roma, sekaligus menghadirkan pengalaman dan kepemimpinan di dalam tim.

    Lampu Hijau dari MU: Apa Artinya?

    Lampu hijau dari Manchester United bukan sekadar kabar transfer biasa. Artinya, MU bersedia membuka negosiasi dan mempertimbangkan tawaran dari AS Roma. Biasanya, keputusan seperti ini muncul setelah MU menilai skema musim depan dan kebutuhan skuad mereka.

    Sumber internal mengungkapkan bahwa MU memang sedang melakukan perombakan lini tengah, dan beberapa pemain berpeluang dilepas jika klub mendapatkan pengganti yang sepadan. Lampu hijau ini menunjukkan bahwa MU siap berdiskusi soal klausul transfer, nilai pasar, hingga potensi kontrak yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.

    Bagi AS Roma, ini adalah momen penting. Tanpa persetujuan MU, pendekatan mereka hanya akan berhenti di tahap rumor. Dengan lampu hijau, negosiasi dapat berjalan lebih cepat dan profesional, serta memberikan ruang bagi Roma untuk menawarkan paket kontrak yang kompetitif dan menarik bagi pemain.

    Tantangan yang Menanti Roma

    Meski lampu hijau sudah diterima, perjalanan transfer ini tidak akan mulus. Ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi AS Roma:

    1. Persaingan dari Klub Lain
      Banyak klub Eropa besar yang juga memantau situasi pemain MU ini. Dari Premier League hingga La Liga, nama pemain ini cukup diminati karena kualitas dan reputasinya. Roma harus bergerak cepat agar tidak kalah bersaing.
    2. Negosiasi Finansial
      Nilai transfer pemain MU biasanya tinggi. Roma harus menyesuaikan tawaran dengan kemampuan finansial klub sambil tetap memenuhi permintaan gaji dan bonus pemain. Ini memerlukan strategi cermat dari direktur olahraga dan tim manajemen.
    3. Kesiapan Pemain
      Pemain juga harus diyakinkan untuk pindah ke Serie A. Adaptasi budaya, bahasa, dan gaya bermain menjadi faktor penting agar ia bisa langsung memberikan kontribusi maksimal di Roma.

    Meski begitu, Mourinho dikenal piawai meyakinkan pemain untuk bergabung, terlebih jika proyek yang ditawarkan ambisius dan menantang. Dengan reputasi sebagai pelatih yang bisa membawa pemain meraih kesuksesan, Roma memiliki nilai jual yang kuat.

    Dampak bagi AS Roma dan Serie A

    Jika transfer ini berhasil, dampaknya akan sangat terasa bagi AS Roma. Kehadiran pemain dari level klub top Eropa akan meningkatkan kualitas skuad secara signifikan. Lini tengah yang kini lebih solid dan kreatif akan memperkuat daya saing Roma di Serie A dan kompetisi Eropa.

    Selain itu, transfer ini juga memberi sinyal bahwa Roma serius dalam membangun tim yang kompetitif. Serie A yang kini diwarnai persaingan ketat antara Napoli, Inter Milan, AC Milan, dan Juventus, akan semakin menarik dengan kehadiran pemain berkualitas dari klub Inggris.

    Bagi fans, kabar ini tentu menjadi kabar baik. Antusiasme terhadap skuad Roma diprediksi meningkat, dan dukungan publik akan lebih kuat ketika tim menunjukkan ambisi nyata di pasar transfer.

    Kesimpulan: PDKT Berbuah Hasil Positif

    AS Roma Dapat Lampu Hijau menandai keberhasilan pendekatan Roma. Meski masih ada tantangan negosiasi, langkah ini menunjukkan klub berada di jalur tepat untuk memperkuat lini tengah. Kehadiran pemain MU ini diprediksi menjadi katalis bagi performa Roma musim depan.

    Dalam beberapa minggu ke depan, publik sepak bola Eropa akan terus menantikan perkembangan transfer ini. Jika semua pihak sepakat, Roma bisa segera mengumumkan kedatangan gelandang serba bisa ini, menandai sukses besar strategi transfer musim panas mereka.

    Dengan strategi matang, negosiasi tepat, dan visi Mourinho yang jelas, Roma memiliki peluang besar mengamankan pemain yang akan memperkuat tim dan menghadirkan warna baru di Serie A musim 2025/2026.

  • 5 Rekrutan Baru AS Roma

    5 Rekrutan Baru AS Roma

    5 Rekrutan Baru AS Roma musim 2025/26 dengan ambisi baru di bawah kepemimpinan pelatih Daniele De Rossi. Setelah musim lalu berakhir dengan kekecewaan karena hanya menempati posisi zona Liga Europa, manajemen klub bergerak cepat di jendela transfer musim panas. Fokus utama mereka adalah memperkuat setiap lini dengan pemain-pemain berkualitas yang sesuai dengan filosofi permainan De Rossi.

    Berikut adalah 5 Rekrutan Baru AS Roma yang siap membawa Giallorossi lebih kompetitif di Serie A dan Eropa.

    1. Davide Frattesi – Dinamo di Lini Tengah

    Davide Frattesi kembali ke rumah lamanya setelah resmi meninggalkan Inter Milan. Gelandang berusia 25 tahun ini pernah menimba ilmu di akademi Roma sebelum melejit bersama Sassuolo dan kemudian diboyong Inter. Kini, ia pulang dengan pengalaman yang jauh lebih matang.

    Frattesi dikenal sebagai gelandang box-to-box yang memiliki tenaga luar biasa, kemampuan menyerang yang baik, dan semangat juang tinggi. De Rossi melihatnya sebagai pemain ideal untuk mengontrol tempo permainan dan menjembatani lini belakang ke lini depan.

    • Status: Transfer permanen
    • Biaya Transfer: €22 juta
    • Kontrak: Hingga 2029
    • Kelebihan: Mobilitas tinggi, stamina, kemampuan menembus garis pertahanan lawan

    2. Radu Drăgușin – Tambahan Opsi Kokoh di Lini Belakang

    Bek muda asal Rumania ini didatangkan dari Tottenham Hotspur setelah minim kesempatan bermain di Premier League. Roma melihat potensi besar dalam diri Dragusin, yang pernah tampil solid di Serie A bersama Genoa.

    Dragusin diyakini akan menjadi pelapis jangka panjang untuk duet utama Gianluca Mancini dan Chris Smalling, sekaligus pembelajaran untuk gaya bermain bertahan khas Italia.

    • Status: Pinjaman 1 musim + opsi beli
    • Opsi Beli: €16 juta
    • Kelebihan: Duel udara kuat, bertahan agresif, kemampuan membaca permainan

    3. Andrea Colpani – Kreator Baru Giallorossi

    Colpani merupakan salah satu pemain paling konsisten di Serie A musim lalu bersama Monza. Dengan visi tajam dan kemampuan mengatur ritme permainan, pemain berusia 25 tahun ini diharapkan menjadi playmaker utama di lini tengah Roma, apalagi jika Paulo Dybala bermain lebih melebar atau lebih ke depan.

    Colpani bisa bermain di berbagai posisi gelandang serang dan memberikan fleksibilitas taktik untuk De Rossi.

    • Status: Transfer permanen
    • Biaya Transfer: €18 juta
    • Kelebihan: Kreativitas, umpan kunci, eksekusi bola mati

    4. Álvaro Fernández – Solusi Modern di Posisi Wing-Back Kiri

    Alvaro Fernández bergabung dari Manchester United setelah tampil menonjol dalam masa peminjamannya di La Liga. Dengan gaya bermain ofensif, Fernández sangat cocok untuk skema tiga bek yang mengandalkan peran wing-back.

    Di Roma, ia akan bersaing dengan Leonardo Spinazzola yang sudah mulai menua dan sering dihantui cedera.

    • Status: Pinjaman 1 musim + kewajiban beli
    • Opsi Beli: €9 juta
    • Kelebihan: Kecepatan, akurasi crossing, agresif dalam menyerang

    5. Mateo Retegui – Harapan Baru di Lini Serang

    Retegui tampil luar biasa bersama Genoa dengan mencetak 14 gol di Serie A musim lalu. Roma akhirnya berhasil mendatangkan striker berdarah Argentina-Italia ini sebagai alternatif atau duet potensial untuk Tammy Abraham dan Paulo Dybala.

    Dengan kemampuan finishing, pergerakan di kotak penalti, dan agresivitas tinggi, Retegui bisa menjadi penentu dalam laga-laga besar.

    • Status: Transfer permanen
    • Biaya Transfer: €20 juta
    • Kelebihan: Finishing tajam, insting mencetak gol, kuat dalam duel fisik

    Pernyataan De Rossi

    Pelatih Daniele De Rossi menyambut positif rekrutan-rekrutan anyar ini. Dalam konferensi pers, ia menyatakan:

    “Kami tidak hanya membeli nama, tapi pemain yang tepat untuk sistem yang kami bangun. Semua rekrutan ini memiliki karakter kuat dan haus kemenangan. Mereka akan membawa kami ke level yang lebih tinggi.”

    Analisis: Apakah Cukup untuk Bersaing di Papan Atas Serie A?

    Dengan komposisi pemain baru yang seimbang antara pengalaman dan potensi jangka panjang, AS Roma tampak lebih siap menghadapi tantangan musim ini. Kombinasi Retegui–Colpani–Frattesi bisa menjadi tulang punggung proyek jangka menengah Roma.

    Namun, kunci keberhasilan Roma tetap berada pada konsistensi performa dan rotasi skuad yang efektif. Jika seluruh pemain dapat beradaptasi cepat, bukan tidak mungkin Roma kembali merebut tiket Liga Champions atau bahkan menantang dominasi Juventus dan Inter di Serie A.

    5 Rekrutan Baru AS Roma menunjukkan bahwa klub ibu kota Italia itu tidak main-main membangun tim yang lebih kompetitif. Dengan tangan dingin De Rossi dan dukungan penuh dari manajemen, Giallorossi siap mengukir prestasi lebih baik musim 2025/26.

  • 20 Transfer Termahal Serie A

    20 Transfer Termahal Serie A

    20 Transfer Termahal Serie A 2025/2026 telah menampilkan pergerakan besar-besaran dari klub-klub papan atas Italia. Setelah beberapa musim terakhir menghadapi tekanan finansial, kini sejumlah klub mulai berani menggelontorkan dana besar untuk memperkuat skuad mereka demi bersaing di kancah domestik dan Eropa.

    Berikut adalah daftar 20 Transfer Termahal Serie A 2025/2026 sejauh ini. Lengkap dengan rincian nilai transfer, asal klub, dan ekspektasi masing-masing pemain.

    1. Benjamin Šeško (RB Leipzig → AC Milan) – €65 juta

    Striker muda Slovenia ini menjadi rekrutan termahal AC Milan musim panas ini. Šeško diharapkan menjadi suksesor jangka panjang Olivier Giroud dan Rafael Leão.

    2. Riccardo Calafiori (Bologna → Juventus) – €52 juta

    Bek Italia yang bersinar di Euro 2024 ini akhirnya resmi bergabung dengan Juventus. Harga mahalnya mencerminkan investasi untuk masa depan lini belakang Bianconeri.

    3. Alan Varela (Porto → Inter Milan) – €45 juta

    Gelandang asal Argentina ini digadang-gadang sebagai pengganti jangka panjang Marcelo Brozović. Inter mengalahkan beberapa klub Premier League untuk mendapatkannya.

    4. Matías Soulé (Juventus → Napoli) – €40 juta

    Transfer mengejutkan terjadi ketika Napoli memboyong Matías Soulé dari rivalnya, Juventus. Pemain muda Argentina ini akan memperkuat sektor sayap tim Partenopei.

    5. Joshua Zirkzee (Bologna → AC Milan) – €38 juta

    Setelah tampil impresif musim lalu, AC Milan memboyong Zirkzee untuk memperkuat lini serang. Duetnya bersama Šeško menjadi sorotan utama di San Siro.

    6. Teun Koopmeiners (Atalanta → Juventus) – €36 juta

    Setelah negosiasi panjang, Koopmeiners akhirnya resmi menjadi bagian dari Juventus. Ia diharapkan memperkuat lini tengah bersama Locatelli dan Calafiori.

    7. Carlos Alcaraz (Southampton → Torino) – €32 juta

    Langkah mengejutkan dari Torino yang sukses memboyong playmaker muda Argentina ini. Alcaraz akan jadi motor serangan Il Toro musim ini.

    8. Giovanni Leoni (Sampdoria → Inter Milan) – €31 juta

    Bek muda Italia ini menunjukkan potensi besar. Inter membayar mahal untuk menjadikannya bagian dari regenerasi lini belakang.

    9. Jaka Bijol (Udinese → Napoli) – €30 juta

    Bek Slovenia ini tampil konsisten dan akhirnya ditarik Napoli untuk memperkuat pertahanan mereka pasca kepergian Amir Rrahmani.

    10. Radu Drăgușin (Tottenham → AS Roma) – €29 juta

    Setelah gagal bersinar di Inggris, Drăgușin kembali ke Serie A. Roma percaya dengan pengalamannya dan kualitas bertahannya.

    11. Nicolás Domínguez (Nottingham Forest → Lazio) – €27 juta

    Gelandang Argentina ini menjadi amunisi baru Lazio dalam memperkuat kedalaman skuad di kompetisi Eropa.

    12. Lazar Samardžić (Udinese → Napoli) – €26 juta

    Pemain kreatif yang kerap jadi incaran banyak klub akhirnya resmi menjadi milik Napoli. Ia akan jadi penyeimbang antara lini tengah dan serangan.

    13. Wilfried Gnonto (Leeds United → Fiorentina) – €25 juta

    Bintang muda Italia kembali ke tanah kelahirannya setelah sukses di Inggris. Gnonto diproyeksikan sebagai tumpuan serangan La Viola.

    14. Andrea Colpani (Monza → AS Roma) – €24 juta

    Roma menambahkan kreativitas di lini tengah dengan mendatangkan Colpani, salah satu pemain terbaik Monza musim lalu.

    15. Albert Gudmundsson (Genoa → Inter Milan) – €22 juta

    Setelah mencetak 14 gol musim lalu, Inter membawa Gudmundsson sebagai alternatif lini depan.

    16. Alex Meret (Napoli → Atalanta) – €20 juta

    Meret memilih meninggalkan Napoli setelah kehilangan tempat utama. Atalanta berharap dia bisa jadi solusi jangka panjang di bawah mistar.

    17. Dean Huijsen (Juventus → Bologna) – €19 juta

    Bek muda berbakat asal Belanda-Spanyol ini menyeberang ke Bologna untuk mendapatkan menit bermain reguler.

    18. Simone Scuffet (CFR Cluj → Cagliari) – €18 juta

    Scuffet kembali ke Serie A dengan harapan bisa menghidupkan kembali kariernya. Cagliari yakin dia akan jadi kunci bertahan musim ini.

    19. Giovanni Simeone (Napoli → Fiorentina) – €17 juta

    Putra Diego Simeone kembali ke klub lamanya. Fiorentina yakin dia bisa mencetak dua digit gol per musim.

    20. Tommaso Baldanzi (Empoli → Lazio) – €16 juta

    Baldanzi adalah salah satu talenta muda Italia yang terus dipantau. Lazio mengamankannya sebelum direbut klub besar lainnya.

    Serie A kembali menjadi pusat perhatian bursa transfer dengan banyak transaksi bernilai tinggi. Klub-klub seperti AC Milan, Juventus, Inter Milan, dan Napoli aktif memperkuat skuad mereka. Pergerakan 20 Transfer Termahal menunjukkan bahwa Serie A belum kehilangan daya saing, dan kompetisi musim 2025/2026 dipastikan akan lebih menarik dari sebelumnya.

    Dengan pemain-pemain muda berbakat dan beberapa bintang berpengalaman yang kembali ke Italia, Serie A siap kembali bersaing di panggung Eropa. Nantikan kejutan lainnya sebelum jendela transfer resmi ditutup!

  • Debut Gila Evan Ferguson

    Debut Gila Evan Ferguson

    AS Roma sukses menyajikan kejutan spektakuler di laga pembuka Serie A musim 2025/26. Penyerang muda berbakat, Debut Gila Evan Ferguson bersama Giallorossi. Pemain 20 tahun asal Irlandia Utara ini tampil impresif dengan gaya bermain agresif produktif, langsung mencuri perhatian publik dan media.

    Momen Debut yang Tak Terlupakan

    Debut Gila Evan Ferguson Pada pertandingan bertajuk Derby della Capitale melawan Lazio di Stadion Olimpico, Ferguson tidak hanya memberikan kontribusi gol, tetapi juga satu assist cemerlang yang membantu Roma mengunci kemenangan 3-1. Ia menunjukkan naluri tajam sebagai finisher dan kemampuan bertahan bola yang matang meskipun masih muda.

    Statistiknya sangat mengesankan:

    • 1 gol dengan sundulan mematikan di menit ke-65
    • 1 assist kunci membuka peluang emas rekan setim
    • 5 tembakan ke arah gawang, 3 di antaranya tepat sasaran
    • 7 duel udara dimenangkan
    • Passing akurasi 84%

    Penampilan Ferguson bahkan mendapat standing ovation dari pendukung Roma yang memuji semangat dan determinasi pemain ini.

    Perjalanan Transfer dan Adaptasi Ferguson di Roma

    Ferguson direkrut dari Brighton & Hove Albion pada bursa transfer musim panas 2025 dengan nilai transfer sekitar €30 juta. Transfer ini menjadi salah satu yang termahal bagi Roma untuk posisi striker muda. Manajemen klub dan pelatih Hansi Flick menilai Ferguson sebagai bagian penting dalam rencana jangka panjang membangun lini depan yang tajam dan dinamis.

    Ferguson sendiri mengaku sangat antusias dan bersemangat untuk membuktikan kemampuan terbaiknya di Serie A. Ia juga mengaku cepat beradaptasi dengan taktik dan gaya permainan yang diterapkan Flick di skuad.

    “Debut ini adalah mimpi yang jadi nyata. Saya ingin terus belajar dan berkembang bersama tim hebat ini,” ujar Ferguson setelah pertandingan.

    Analisa Pelatih dan Pengamat Sepak Bola

    Pelatih Hansi Flick menyatakan:

    “Evan menunjukkan mental juara, kerja keras, dan teknik yang luar biasa. Ini baru awal, kami yakin dia akan tumbuh menjadi pemain penting untuk Roma.”

    Sementara itu, analis sepak bola Italia menyebut Ferguson sebagai “striker modern” yang lengkap dengan kemampuan fisik, teknik, dan kecerdasan dalam membaca pertandingan.

    Dampak Ferguson bagi Roma dan Serie A

    Kehadiran Ferguson menambah daya gedor lini depan Roma yang sebelumnya mengandalkan Tammy Abraham dan Nicola Zalewski. Dengan gaya main yang cepat, tajam, dan enerjik, Ferguson diprediksi menjadi ancaman serius bagi lini belakang tim lawan di Serie A musim ini.

    Selain itu, debut impresifnya membuka peluang bagi Roma untuk lebih kompetitif di Liga Champions dan memperbaiki performa musim sebelumnya.

    Reaksi Media dan Fans

    Media ternama seperti La Gazzetta dello Sport dan Corriere dello Sport memberikan headline positif seperti “Debut Gila Ferguson” dan “Bintang Baru Roma Bersinar di Derby”. Di media sosial, hashtag #FergusonRoma langsung trending, dengan ribuan fans mengapresiasi aksi luar biasa sang striker muda.

    Debut Evan Ferguson di AS Roma adalah pertanda baik bagi masa depan klub. Dengan penampilan yang penuh determinasi, produktivitas gol, dan adaptasi cepat di kompetisi Serie A, Ferguson diprediksi akan menjadi salah satu penyerang muda terbaik Eropa dalam beberapa tahun ke depan.

    AS Roma pun tampaknya siap untuk kembali bersaing di papan atas dengan dukungan talenta muda yang segar dan menjanjikan seperti Evan Ferguson.

bahisliongalabet1xbet