Pelatih 1. FC Heidenheim, Frank Schmidt, membuka alasan di balik kekalahan timnya 1-2 saat tandang ke markas Mainz 05 dalam laga pekan ke-17 Bundesliga. Hasil tersebut membuat Heidenheim turun ke posisi terbawah klasemen, sehingga evaluasi menyeluruh menjadi kebutuhan utama bagi tim yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi.
Baca Juga: Akane Yamaguchi Mundur dari India Open Pekan Ini
Kendali Permainan Sebelum Gol
Menurut Schmidt, Heidenheim sebenarnya bermain cukup terkendali hingga gol pertama Mainz tercipta. Ia menilai timnya tidak kebobolan banyak peluang sebelum gol itu, bahkan sempat menciptakan kans melalui pemain seperti Mikkel Kaufmann dan Benedikt Gimber. Namun satu kesalahan, yaitu gol dari jarak jauh lawan, memecah ritme permainan yang sudah mereka bangun.
Gol pembuka Mainz di menit ke-30 membuat pola permainan berubah. Schmidt menilai bahwa setelah gol itu, Heidenheim masih mampu bertahan, tetapi kemudian mereka kembali kebobolan gol berikutnya setelah turun minum. Gol itu membuat jalan perlawanan jauh lebih sulit.
Kesalahan Kunci dan Evaluasi
Schmidt menyayangkan bahwa timnya kembali melakukan kesalahan yang mirip dengan pertandingan sebelumnya, yaitu kebobolan gol cepat di babak kedua. Ia menekankan bahwa momen-momen seperti ini harus diperbaiki karena memberi peluang bagi lawan mengambil kendali permainan.
Selain itu, Schmidt juga menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan peluang mencetak gol ketika mereka tampil menyerang. Meski Heidenheim sempat memberi ancaman setelah memperkecil kedudukan, kebanyakan peluang itu tidak berbuah gol penting untuk tim.
Faktor Tabel dan Psikologis
Kekalahan tersebut membawa dampak signifikan bagi posisi Heidenheim di klasemen. Mereka kini berada di posisi juru kunci Bundesliga pada akhir putaran pertama musim ini. Posisi tersebut mencerminkan kurangnya konsistensi dalam meraih hasil positif dalam beberapa pekan terakhir.
Schmidt memberikan penilaian jujur bahwa tim layak berada di posisi terbawah jika melihat keseluruhan performa mereka pada putaran pertama. Ia menyoroti bahwa terlalu banyak kesalahan individu dan momen kurang fokus menjadi penyebab utama kekalahan.
Perbaikan yang Diperlukan
Pelatih berusia lebih dari 50 tahun itu menegaskan bahwa kualitas individual maupun kolektif harus ditingkatkan. Ia menekankan bahwa Heidenheim perlu bermain lebih ofensif sekaligus menekan lawan tanpa mengorbankan disiplin defensif. Pengurangan kesalahan kecil namun krusial akan menjadi fokus utama dalam sesi latihan mendatang.
Selain itu, Schmidt juga menyinggung pentingnya performa mental. Meski karakter dan usaha tim tidak diragukan, melakukan kesalahan sederhana ketika di bawah tekanan menunjukkan bahwa tim masih memerlukan kesiapan mental lebih kuat untuk menghadapi fase sulit ini.
Fokus Menjelang Laga Berikutnya
Heidenheim kini bersiap menyambut laga selanjutnya dengan evaluasi dari performa terakhir sebagai pembelajaran. Meski mereka mencatat beberapa periode tanpa kemenangan, tim harus memperbaiki pendekatan di setiap pertandingan agar bisa meraih poin penting dan keluar dari jurang degradasi.
Kesimpulan
Frank Schmidt ungkap sebab kekalahan Heidenheim dari Mainz meliputi kendali permainan yang terpecah oleh gol lawan, kesalahan pada momen kunci, dan kegagalan memaksimalkan peluang. Kekalahan itu berdampak pada posisi tim di klasemen, mengharuskan evaluasi menyeluruh serta perbaikan aspek teknis dan mental demi kebangkitan di paruh kedua musim Bundesliga.
