Direktur olahraga Mainz 05, Niko Bungert, mengakui bahwa Niko Bungert tak puas dengan hasil imbang 2-2 kontra Union Berlin di Stadion An der Alten Försterei pada pekan ke-16 Bundesliga. Ia merasa timnya seharusnya pulang dengan tiga poin setelah memimpin dua gol terlebih dahulu.
Baca Juga: Fermin Aldeguer Menjalani Operasi Pasca Kecelakaan Saat Berlatih
Laga Dimana Mainz Unggul Terlebih Dahulu
Mainz tampil agresif sejak awal pertandingan. Tim ini membuka keunggulan lewat gol Nadiem Amiri pada menit ke-30 dan kemudian Benedict Hollerbach di menit ke-69. Keunggulan dua gol itu membuat banyak pengamat yakin Mainz akan membawa pulang kemenangan.
Namun situasi berubah drastis di paruh akhir laga. Union Berlin mampu bangkit dan mencetak dua gol balasan. Jeong Woo-yeong mencetak gol pada menit ke-77, kemudian Marin Ljubicic pada menit ke-86 menyamakan skor menjadi 2-2.
Kritik Bungert usai Laga
Setelah pertandingan, Bungert menyatakan bahwa pihaknya tak puas dengan hasil seri itu. Menurutnya, Mainz telah menunjukkan performa yang sangat baik sepanjang 70 menit pertama. Tim hanya memberi sedikit peluang bagi lawan dan pantas memimpin dengan dua gol.
Namun, menurut Bungert, frustrasi justru muncul karena ada rasa peluang kemenangan yang terbuang sia-sia. Ia menilai tim layak meraih tiga poin, bukan hanya satu. Kondisi ini membuat hasil imbang terasa menyakitkan.
Penilaian Taktik dan Performa Tim
Bungert juga memuji kerja keras para pemain, terutama Phillip Tietz yang berperan penting sebagai striker tengah dengan tekanannya. Ia menyebut Tietz membantu membuka ruang bagi rekannya, yang kemudian dimanfaatkan Hollerbach untuk mencetak gol.
Meski begitu, Bungert menegaskan bahwa Mainz harus meminimalkan kesalahan di fase akhir pertandingan. Ia menggarisbawahi bahwa kepuasan tim harus dibayar dengan hasil yang sepadan, bukan hanya performa baik di atas kertas.
Perspektif Tim Lain
Pelatih Union Berlin dan pemain mereka juga mengakui bahwa Mainz lebih unggul di banyak aspek permainan. Namun, karakter juang tim tuan rumah membantu mereka bangkit dari keterpurukan. Mentalitas bertahan dan serangan balik yang efektif membuat Union mampu menyamakan skor.
Salah satu momen kunci adalah intensitas serangan Union pada menit akhir yang memaksa barisan belakang Mainz bekerja ekstra keras. Kesigapan inilah yang memberikan momentum bagi tuan rumah untuk mencetak gol penyeimbang.
Implikasi bagi Mainz di Klasemen
Hasil imbang ini membuat Mainz tetap berada di zona bawah klasemen Bundesliga. Mereka masih mencari kemenangan yang sangat dibutuhkan untuk keluar dari tekanan degradasi. Kegagalan mempertahankan keunggulan dua gol berarti Mainz kembali gagal mengamankan tiga poin yang krusial.
Bungert pun menekankan bahwa hasil satu poin hanya bisa menjadi awal pembelajaran. Masih ada dua pertandingan lagi dalam pekan ini yang bisa dimanfaatkan tim untuk memperbaiki tren hasil mereka.
Reaksi Pemain
Beberapa pemain Mainz juga mengakui bahwa hasil imbang tidak sesuai dengan ekspektasi. Mereka menilai performa tim sudah layak menang, tetapi sepak bola adalah permainan penuh dinamika. Kecepatan beradaptasi terhadap perubahan skor menjadi aspek yang patut ditingkatkan.
Para pemain juga menghargai keterlibatan fans yang tetap mendukung tim meski hasil tidak maksimal. Semangat suporter menjadi motivasi tambahan di sisa pertandingan musim ini.
Tantangan Berikutnya
Mainz kini dihadapkan pada jadwal padat kompetisi. Mental tim dan kedalaman skuad akan diuji di laga-laga berikutnya. Bungert menyatakan bahwa fokus tim adalah membangun momentum positif dan memperbaiki detail kecil yang membuat mereka kehilangan dua poin penting ini.
Kesimpulan
Niko Bungert tak puas meski Mainz sempat unggul dua gol dalam laga tandang kontra Union Berlin. Ia menilai tim layak mendapatkan kemenangan penuh, bukan hanya satu poin. Hasil imbang 2-2 ini menjadi pembelajaran penting bagi Mainz, terutama dalam menjaga keunggulan hingga peluit akhir pertandingan. Kapan pun kesempatan berikutnya datang, Mainz harus siap memaksimalkannya untuk keluar dari tren negatif di Bundesliga musim ini.
