Rapor pemain Milan vs Genoa kembali menjadi sorotan tajam setelah AC Milan menjalani laga yang sarat kritik ketika menghadapi Genoa dalam lanjutan Serie A. Hasil akhir memang tidak sepenuhnya mencerminkan betapa sulitnya Rossoneri mengendalikan pertandingan, tetapi performa di atas lapangan memperlihatkan banyak persoalan mendasar. Struktur permainan Milan terlihat rapuh, transisi berjalan lambat, dan koordinasi antarlini sering kali terputus. Dalam situasi seperti ini, hanya sedikit pemain yang mampu tampil menonjol. Matteo Gabbia menjadi simbol kerapuhan lini belakang, Youssouf Fofana tampil mengecewakan di lini tengah, dan Rafael Leao kembali menjadi alasan utama Milan tetap kompetitif hingga peluit akhir.
Berikut rapor lengkap pemain AC Milan vs Genoa, disusun berdasarkan kontribusi, konsistensi, serta dampaknya terhadap jalannya pertandingan.
Kiper
Mike Maignan
Maignan sekali lagi menunjukkan statusnya sebagai salah satu kiper terbaik Serie A. Ia melakukan beberapa penyelamatan penting yang mencegah Milan tertinggal lebih awal. Refleksnya masih berada di level tinggi, terutama saat menghadapi tembakan jarak dekat. Namun, ia tidak sepenuhnya terbantu oleh lini belakang yang sering kehilangan fokus. Distribusi bola Maignan cukup aman, meski tidak terlalu progresif. Secara keseluruhan, Maignan tampil solid dan menjadi salah satu pemain terbaik Milan di laga ini.
Lini Belakang
Davide Calabria
Calabria tampil cukup disiplin dalam menjalankan tugas bertahan. Ia berusaha menjaga kedalaman dan tidak terlalu sering naik menyerang. Dalam duel satu lawan satu, Calabria cukup kompetitif meski beberapa kali kalah cepat dari pemain sayap Genoa. Kontribusi ofensifnya minim, tetapi itu lebih disebabkan oleh struktur permainan Milan yang kurang mendukung overlap dari bek kanan. Penampilan Calabria bisa dikategorikan cukup, tanpa kesalahan fatal.
Matteo Gabbia
Gabbia menjadi sorotan utama dari sisi negatif. Ia beberapa kali salah membaca arah serangan lawan dan terlihat ragu saat harus mengambil keputusan cepat. Posisioning yang kurang disiplin membuat lini belakang Milan mudah ditembus. Beberapa kesalahan kecilnya memicu situasi berbahaya yang nyaris berujung gol. Koordinasi dengan Tomori juga tidak berjalan mulus. Penampilan ini menunjukkan bahwa Gabbia masih kesulitan menjaga konsistensi di level tertinggi.
Fikayo Tomori
Tomori tampil dengan intensitas tinggi dan berusaha menutup banyak celah di lini belakang. Ia beberapa kali melakukan tekel bersih dan intersep penting. Namun, beban yang terlalu besar membuatnya kerap keluar dari posisinya. Situasi ini justru membuka ruang baru bagi Genoa. Meski demikian, dibanding bek lain, Tomori tetap menjadi yang paling bisa diandalkan sepanjang pertandingan.
Theo Hernandez
Theo kembali menjadi outlet serangan utama dari sisi kiri. Ia aktif melakukan overlap dan mencoba memecah pertahanan lawan lewat dribel. Sayangnya, efektivitasnya masih rendah. Beberapa kali ia kehilangan bola di area yang berbahaya dan membuat Milan harus bertahan dalam kondisi transisi negatif. Dalam bertahan, Theo cukup agresif, tetapi disiplin posisinya masih menjadi masalah.
Lini Tengah
Youssouf Fofana
Penampilan Fofana menjadi salah satu kekecewaan terbesar. Ia gagal mengontrol tempo permainan dan sering kehilangan bola di area sentral. Alih-alih menjadi penyeimbang, Fofana justru membuat Milan kehilangan ritme. Umpan-umpannya kurang presisi, dan pergerakannya tanpa bola tidak cukup membantu rekan setim. Dalam laga ini, Fofana tampak tidak menyatu dengan sistem permainan dan pantas mendapat kritik tajam.
Tijjani Reijnders
Reijnders mencoba mengambil peran sebagai pengatur permainan. Ia cukup aktif mencari ruang dan menawarkan opsi umpan progresif. Namun, tekanan dari Genoa membuatnya kesulitan menjaga konsistensi. Beberapa kali ia mampu melepas umpan kunci, tetapi tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan. Penampilannya tergolong cukup, meski masih jauh dari kata dominan.
Ruben Loftus-Cheek
Loftus-Cheek mengandalkan kekuatan fisik untuk memenangkan duel di lini tengah. Ia cukup efektif dalam membawa bola keluar dari tekanan dan menjaga penguasaan bola. Namun, kontribusinya di fase menyerang masih minim. Ia jarang muncul di area berbahaya dan kurang memberikan ancaman nyata bagi pertahanan Genoa.
Lini Depan
Christian Pulisic
Pulisic bekerja keras sepanjang pertandingan. Pergerakannya tanpa bola cukup cerdas dan beberapa kali merepotkan bek Genoa. Ia juga berusaha membuka ruang bagi rekan setim. Namun, efektivitas di sepertiga akhir lapangan masih menjadi masalah. Keputusan akhirnya kerap kurang tepat, sehingga peluang yang ada tidak berkembang menjadi gol.
Rafael Leao
Leao kembali menjadi pembeda bagi Milan. Setiap kali ia menguasai bola, ancaman langsung terasa. Kecepatan, dribel, dan keberaniannya mengambil risiko membuat pertahanan Genoa harus bekerja ekstra. Leao tidak hanya berbahaya secara individu, tetapi juga mampu menarik perhatian beberapa pemain lawan sekaligus. Tanpa kehadirannya, Milan kemungkinan besar akan kesulitan menciptakan peluang. Penampilan Leao sekali lagi menegaskan betapa pentingnya perannya bagi Rossoneri.
Penyerang Tengah
Olivier Giroud
Giroud berjuang keras di lini depan, terutama dalam duel udara dan menahan bola. Ia berusaha menjadi target man yang membuka ruang bagi pemain sayap. Namun, suplai bola yang minim membuat kontribusinya tidak maksimal. Giroud jarang mendapatkan peluang bersih dan lebih banyak terisolasi di antara bek Genoa.
Kesimpulan
Laga melawan Genoa kembali memperlihatkan masalah klasik AC Milan. Pertahanan yang kurang solid, lini tengah yang kehilangan kontrol, dan ketergantungan besar pada individu tertentu menjadi pola yang terus berulang. Matteo Gabbia dan Youssouf Fofana tampil jauh di bawah standar, sementara Rafael Leao menjadi satu-satunya pemain yang benar-benar mampu mengangkat level permainan tim. Jika Milan ingin tampil lebih konsisten, perbaikan struktural dan peningkatan performa kolektif menjadi keharusan, bukan sekadar berharap pada keajaiban dari satu pemain.
